Netral English Netral Mandarin
02:37wib
Aparat dari satuan TNI dan Polri akan menjadi koordinator dalam pelaksanaan tracing (pelacakan) Covid-19 dalam Pemberlakuan Pembatasan Sosial Masyarakat (PPKM) yang kembali diperpanjang. Presiden Joko Widodo memberi kelonggaran selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 diperpanjang mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.
100 Tahun Pak Harto, Fahri Hamzah Ajak Masyarakat Hilangkan Dendam Masa Lalu

Selasa, 08-Juni-2021 16:01

Ilustrasi Presiden Kedua Indonesia/Soeharto
Foto : Istimewa
Ilustrasi Presiden Kedua Indonesia/Soeharto
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi sekaligus mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengajak masyarakat untuk menghilangkan dendam masa lalu pada hari peringatan 100 tahun Presiden Soeharto.

Sebab, kat Fahri dendam masa lalu bakal jadi beban berat bangsa serta menghalangi perjalanan bangsa menjadi besar.

"Mari kita mulai dewasa soal ini. Sebuah bangsa tidak boleh menyimpan dendam masa lalu. Itu beban berat yang menghalangi kita terbang tinggi. Sekarang kita menatap ke depan," tulisnya seperti dilansir akun resmi twitternya di Jakarta, Selasa (8/6/2021).

Apalagi, kata pendiri partai Gelora itu perjalanan itu menuju cita-cita bersama menjadi sebuah bangsa besar dan diperhitungkan.

"Memulai perjalanan menjadi kekuatan global yang diperhitungkan. Amin YRA.  #100HariPakHarto," tulisnya.

Sebelumnya, Fahri juga mengungkapkan kalau dia turut memperingati perayaan 100 Tahun Mendiang Presiden Kedua Indonesia.

Menurut Fahri, dirinya merupakan pribadi ikut merobohkan kekuasaan Soeharto kala Akhir Mei 1998, kala mendiang mengundurkan diri menjadi presiden terlama dalam sejarah. Namun, kata pendiri partai Gelora itu kalau sosok Soeharto, Indonesia jadi negara yang disegani.

"Hari ini tepat HUT pak Harto ke #100TahunPakHarto . Saya tidak pernah jumpa beliau. Tapi saya pernah demonstrasi sampai beliau mundur 21 Mei 1998. Pak Harto adalah tokoh besar yg mentranformasi negara kita menjadi kekuatan yg disegani. Hari ini kita mengheningkan cipta,".

Reporter : PD Djuarno
Editor : Nazaruli