Netral English Netral Mandarin
banner paskah
01:31wib
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyetujui penggunaan izin darurat (emergency use authorization/EUA) vaksin Covid-19 Sinopharm dengan efikasi 78,1 persen. Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan bahwa mudik Lebaran 2021, baik itu jarak jauh maupun jarak dekat, tetap ditiadakan.
Konsumsi Vitamin C Secukupnya, Jika Berlebihan Seperti Ini Risikonya

Selasa, 04-Mei-2021 12:30

Ilustrasi suntikan vitamin C.
Foto : littlebeautyacademy.com
Ilustrasi suntikan vitamin C.
1

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Konsumsilah makanan dengan gizi seimbang agar tubuh tetap sehat. Bila asupan vitamin masih kurang karena proses pengolahan sayur dan buah yang menghilangkan vitamin, tambahkan makanan fortifikasi atau suplemen.

"Vitamin dalam sayur bisa hilang kalau dimasak terlalu matang misalnya," kata Ketua Indonesia Sport Nutritionist Association (ISNA) Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes.

Sama halnya dengan meminum air jeruk. Ketika jeruk diperas, vitamin C bisa langsung teroksidasi dan menjadi rusak.

Ia menerangkan, suplemen dibutuhkan bila kebutuhan vitamin C dari makanan sehari-hari tidak terpenuhi, yakni minimal dua mangkuk sayur per hari dan dua porsi buah masing-masing 100 gram.

Jika asupan sayur dan buah kurang dari itu, tambahkan vitamin C dari suplemen agar individu tidak mudah lelah.

Lebih lanjut, ia menegaskan, overdosis dari vitamin C dosis tinggi jarang terjadi karena sifatnya yang larut pada air.

Tapi bila itu terjadi, ciri-ciri yang bisa dirasakan adalah mual, muntah hingga sakit kepala. 

Dr Rita menambahkan, terlalu banyak mengonsumsi vitamin C dosis tinggi juga bisa menyebabkan batu ginjal yang lebih berisiko pada pria.

Selain itu, istirahat yang cukup juga diperlukan karena tidur yang tak berkualitas dapat melemahkan imunitas tubuh, kata dia seperti dikutip dari Antara.

 

 

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP