3
Netral English Netral Mandarin
01:06 wib
Ketua Majelis Tinggi Partai Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku merasa bersalah karena pernah memercayai dan memberikan jabatan kepada Moeldoko ketika masih menjadi presiden. Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengucapkan terima kasih setelah terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dalam kongres luar biasa (KLB) kubu kontra-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
20 Ribu Warung Tegal Jabodetabek Terancam Tutup, Rocky Gerung Usul Dirikan BUMN Warteg

Selasa, 26-January-2021 09:00

Rocky Gerung, pengamat politik.
Foto : Istimewa
Rocky Gerung, pengamat politik.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Pengamat Politik Rocky Gerung mengetahui sebuah paguyuban Warung Tegal (Warteg) yang umumkan, ada sebanyak 20.000 Warteg di Jabodetabek terancam tutup. Salah satu alasannya karena tidak bisa membayar uang sewa tempat berjualan atau warung.

Menurut Rocky, Warteg adalah salah satu indikator ekonomi kita, khususnya ekonomi rakyat kecil yang berkegiatan di Warteg. Tapi sayang, Warteg tidak dianggap sebagai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) karena dinilai bisa mandiri.

“Ini (Warteg) kan bantalan sosial. Mensos harusnya survey dan datangi, cari pemilik dan wawancara. Sebanyak 20 ribu terancam tutup, buat BUMN baru, badan usaha milik Warteg,” kata Rocky, dikutip dari pernyataan di kanal Youtubenya, Selasa (26/1/2021).

Lebih anjut Rocky teringat data setahun lalu dari Asian Development Bank yang pernah membuat survey. Ditemukan bahwa sebanyak 60 ribu UMKM, setengahnya sudah bangkrut dan setengahnya lagi bagai mati segan, hidup pun tak mau. Seperempatnya masih berproduksi tetapi tidak tahu akan menjual produk ke mana, karena tidak ada permintaan, sedangkan seperempat lagi berproduksi tetapi harga bahan baku tinggi.

“Jadi gejala UMKM sekarang dengan Warteg satu paket, bahwa daya beli rakyat berkurang dan dengan kata lain kemampuan UMKM plus Warteg tidak diperhatikan dengan benar oleh pemerintah. Meski pemerintah katakan, ada uang sekian untuk UMKM, padahal sebetulnya itu adalah gejala kecil hanya untuk menunjukkan pemerintah peduli pada UMKM,” jelas Rocky.

Rocky menganggap, terancam tutup sebanyak 20.000 Warteg adalah masalah yang serius. Misalnya saja, dari satu Warteg memiliki pelanggan sebanyak 30−40 pelanggan per hari dan diperkirakan ada 6 juta pelanggan per hari yang tidak mampu membeli makan di Warteg dan Warteg tidak memiliki ongkos sewa, apalagi ongkos sewa di Jakarta mahal.

“Ini menunjukkan ekonomi sedang terpuruk atau dengan kata lain, tutupnya Warteg membatalkan asumsi bahwa ekonomi sedang bertumbuh. Ekonomi di tahun 98 bertahan dan tumbuh sedikit karena masih konsumsi harian Warteg dan ini terbalik,” jelas Rocky.

Apabila satu jaringan terhenti, yakni Warteg maka diprediksi ada 2.000 pemasok Telur yang bangkrut dan 4.000 industri pakan ternak bisa tutup. Menurut Rocky, ini disebut sebagai multiplayer efek, dari buruh yang tidak bisa makan di Warteg hingga peternak Ayam di Cipanas yang bangkrut.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan HP