Netral English Netral Mandarin
04:05wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
20 Tahun Tragedi 9/11, Sekjen PBB: Satu Hari Ketika Hampir 3.000 Nyawa dari 90 Lebih Negara Dirampas oleh Teroris

Sabtu, 11-September-2021 21:05

Serangan teroris pada 11 September (9/11) di Kota New York, Amerika Serikat.
Foto : Baz
Serangan teroris pada 11 September (9/11) di Kota New York, Amerika Serikat.
15

PBB, NETRALNEWS.COM - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres pada Sabtu (11/9/2021) mengeluarkan sebuah pernyataan yang memperingati 20 tahun serangan teroris 11 September (9/11) di Amerika Serikat.

 

"Hari ini kita memperingati hari suram yang membara di benak jutaan orang di seluruh dunia --satu hari ketika hampir 3.000 nyawa dari 90 lebih negara dirampas oleh teroris dalam serangan keji dan pengecut di Amerika Serikat. Ribuan orang lainnya terluka," tulis Guterres dalam pernyataan itu.

"Pada hari ini, perhatian saya tertuju kepada para korban dan keluarga mereka. Kami memberi penghormatan kepada para penyintas, yang harus menyembuhkan luka fisik dan emosional untuk melanjutkan hidup mereka. Kami menghormati para responden pertama yang menempatkan dirinya dalam bahaya, dengan banyak melakukan pengorbanan terakhir, meneladankan rasa kemanusiaan dan kasih sayang yang hendak dihapuskan oleh terorisme," katanya.

"Dan kami mengingat solidaritas, persatuan, dan keteguhan hati yang diungkapkan oleh masyarakat internasional 20 tahun yang lalu, yang bertujuan untuk sebuah masa depan tanpa terorisme."

"Hari ini kami berdampingan dalam solidaritas dengan warga New York City, Amerika Serikat,  serta semua para korban terorisme di mana pun di seluruh dunia. Kami kembali berkomitmen untuk secara bersama-sama menegakkan hak dan kebutuhan mereka," ucap Guterres.

Reporter : Antara
Editor : Nazaruli