Netral English Netral Mandarin
14:57wib
LSI Denny JA menilai, PDI Perjuangan berpotensi akan mengalami kekalahan jika mengusung Ketua DPR Puan Maharani sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia menegaskan fasilitas kesehatan di Indonesia bisa tumbang dalam 2-4 minggu jika pengendalian pandemi tidak diperketat.
5 Wisata Sejarah dan Religi Aceh yang Paling Populer dan Wajib Dikunjungi

Rabu, 14-April-2021 12:40

Museum Tsunami.
Foto : Antara
Museum Tsunami.
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Jalan-jalan ke provisi paling barat Negara Indonesia, jangan lupa mampir ke Aceh. Aceh dikenal sebagai provinsi yang diberikan status daerah istimewa, yang terletakdi ujung utara dari Pulau Sumatera. 

Apabila datang ke provinsi yang terkenal dengan lagu Bungung Jeumpa ini, tidak ada salahnya Anda menjajal berbagai macam wisatanya. Salah satu yang menarik adalah wisata Aceh yang kaya akan sejaran dan religinya. 

Berikut ini, lima wisata sejarah dan religi di Aceh yang bisa jadi rekomendasi Anda:

Museum Tsunami

Museum Tsunami terletak di Jalan Sultan Iskandar Muda, Nomor 3, Sukaramai, Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Ini merupakan tempat untuk mengenang peristiwa memilukan pada 2004 silam. 

Seperti diketahui, pada 2004 lalu ada banyak korban meninggal, rumah porak-poranda, berbagai bangunan dan fasilitas rusak karena terjadi gempa bumi. Di tempat ini, Anda bisa melihat saksi dan bukti amukan bencana alam yang pernah menerjang Aceh. 

Di wisata ini, Anda bisa berkunjung ke ruangan lorong tsunami, ruang kenangan, sumur doa, lorong cerobong, hingga jembatan harapan. Anda tertarik?

Masjid Raya Baiturrahman

Wisata religi yang satu ini sepertinya tidak boleh Anda lewatkan apabila berkunjung ke Aceh, namanya adalah Masjid Raya Baiturrahman. Bagaimana tidak? Masjid ini telah dibangun oleh Sultan Aceh, yaitu Sultan Iskandar Muda. 

Masjid megah yang satu ini bahkan telah menjadi salah satu ikon dari wisata Aceh. Bangunan utamanya berwarna putih dan kubahnya berwarna hitam. Uniknya, bangunan itu dikelilingi oleh tujuh menara dengan kubah yang juga berwarna hitam. 

Anda juga akan disambut dengan pemandangan yang indah, yakni adanya kolam besar disertai dengan pancuran air di depan masjid. Tidak heran, keadaan itu menambah kesan megah dari masjid. 

Rumah Cut Nyak Dien

Apakah Anda perah mendengar nama ‘Cut Nyak Dien’? Ya, dia adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia yang berasal dari Aceh. Meski sosoknya sudah tidak ada lagi, namun Anda dan keluarga bisa berkunjung ke replika Rumah Cut Nyak Dienyang dijadikan sebagai museum.

Wisata yang satu ini cocok dikunjungi ketika Anda sedang melakukan perjalanan bersama dengan anak-anak untuk mengenalkan sosok pahlawan serta menumbuhkan rasa cinta pada tanah air. Di museum ini, wisatawan bisa melihat berbagai arsip perjuangan pahlawan wanita itu. 

Rumah asli Cut Nyak Dien sendiri diketahui telah terbakar pada 1896, tetapi ada bagian-bagian rumah yang masih asli yang ada di lokasi tersebut. Salah satunya ada sumur tinggi, yang tingginya mencapai lantai dua dari rumah. Apabila tertarik, Anda bisa datang ke Desa Lampisang, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar.

Benteng Iskandar Muda dan Benteng Indrapatra

Wisata Aceh lainnya yang tidak kalah menarik adalah Benteng Iskandar Muda dan Benteng Indrapatra. Wisata yang satu ini terletak di Desa Ladong, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. 

Benteng Indrapatra sendiri merupakan benteng pertahanan yang dibangun sejak Kerajaan Lamuri, kerajaan hindu pertama di Aceh. Benteng terletak di Pesisir Pantai Ujong Batee, tepatnya di desa Ladong, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. 

Di dekat benteng tersebut ada Benteng Iskandar Muda, yang di dalamnya terdapat dua buah sumur yang dinaungi oleh bangunan berbentuk kubah. Menariknya, bentang yang satu ini berhadapan langsung dengan Selat Malaka.

Goa Putri Pukes

Ada juga wisata Goa Putri Pukes yang menarik untuk dijadikan sebagai destinasi wisata tujuan perjalanan Anda. Wisata yang satu ini terletak di kaki bukit Kecamatan Kebayakan, sekitar 2 Km dari Ibu Kota Kabupaten Aceh Tengah. 

Konon, goa ini erat kaitannya dengan Putri Pukes yang berasal dari Tanah Gayo yang menyukai seorang pangeran kerajaan. Tetapi cintanya tak direstui orang tua, namun karena perjuangan cinta akhirnya keduanya dinikahkan. 

Putri itu tinggal bersama suaminya dan meninggalkan orang tua. Sedih, itulah perasaan orang tua yang harus melepaskan anaknya.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani