Netral English Netral Mandarin
17:19 wib
Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 yang dilaporkan melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19 per Minggu (17/1) pukul 12.00 WIB bertambah 11.287. Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih gelar juara turnamen Yonex Thailand Open 2021 setelah menyingkirkan pasangan tuan rumah.
6 Pengikut HRS Tewas Ditembak Polisi, Bareskrim Polri Mulai Periksa Saksi hingga Ahli

Kamis, 10-December-2020 16:45

Ilustrasi Bareskrim Polri
Foto : tribratanews
Ilustrasi Bareskrim Polri
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Bareskrim Polri mulai melakukan pemeriksaan terhadap saksi hingga ahli terkait kasus tewasnya 6 pengikut Habib Rizieq Shihab (HRS) karena kontak tembak Tol Jakarta-Cikampek (Japek). Pemeriksaan saksi berlangsung hari ini.

“Hari ini sedang proses pemeriksaan saksi-saksi. Semua saksi yang mengetahui, melihat, mendengar atau dianggap mengetahui,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi, Kamis (10/12/2020).

Andi tidak menyebut secara rinci pihak mana saja yang akan diperiksa sebagai saksi. Selain pemeriksaan saksi, Andi menyampaikan tim penyidik juga akan meminta keterangan dari beberapa ahli.



“(Mintai keterangan) Termasuk ahli. Ahli balistik forensik, kedokteran forensik dan inafis,” tuturnya dalam penjelasan di website Humas Polri.

Seperti diketahui, enam dari sepuluh pengikut Habib Rizieq tewas ditembak di Tol Jakarta-Cikampek. Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan jajarannya melakukan tindakan tegas dan terukur karena pengikut Habib Rizieq melakukan perlawanan.

“Sekitar pukul 00.30 WIB di jalan Tol Jakarta-Cikampek Km 50 telah terjadi penyerangan terhadap anggota Polri yang sedang melaksanakan tugas penyelidikan terkait rencana pemeriksaan MRS yang dijadwalkan berlangsung hari ini jam 10.00 WIB,” jelas Fadil di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/12).

Kapolda Metro Jaya menyebut pelaku penyerangan menggunakan senjata api. Fadil menyebut pelaku sudah menembakkan senjata sebanyak 3 kali. Senjata-senjata yang dipakai penyerang itu di antara parang dan senjata api asli ilegal.

Reporter :
Editor : Irawan HP