Netral English Netral Mandarin
05:49 wib
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan vaksinasi COVID-19 kedua kalinya masih dengan vaksin Sinovac yang dilaksanakan di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (27/1/2021). Komjen Listyo Sigit Prabowo resmi dilantik sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) yang baru. Pelantikan ini dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara.
85 Persen Nakes Kelelahan, Iwan Fals: Duh Jangan Dong, Ayo Semangat!

Sabtu, 28-November-2020 08:30

Iwan Fals musisi senior Indonesia
Foto : istimewa
Iwan Fals musisi senior Indonesia
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Musisi senior Iwan Fals ikut menyemangati para tenaga kesehatan di Indonesia yang tengah berjibaku menghadapi pandemi Covid-19. Iwan ikut khawatir mendengar berita bahwa 85% tenaga Kesehatan (Nakes) di Indonesia saat ini mengalami sindrom kelelahan dan depresi akibat Covid-19. Karena itu di akun Twitternya, @iwanfals, ia memberikan bantuan semangat kepada nakes.

"duh jangan dong, ayo semangat," tulis Iwan di akun Twitternya Sabtu (28/11/2020).

Cuitan Iwan mendapat respon dari para netizen seperti terpantau netralnews berikut;



@Muhlis88293732: Bikin lagu pak Ji,biar mereka semangat lagi

@cumarakyat_: Manusia, om.. punya rasa lelah. Lembaga terkait cari solusi!

@HENDRIPURWADI9: Tenaga mereka terbatas, tanpa kita membantu. Tak akan ada arti mereka berjuang.

Sebelumnya, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyatakan, kondisi di masyarakat yang mengalami tekanan psikologis karena corona juga dirasakan tenaga medis.

Wakil Ketua Umum IDI, dr. Moh Adib Khumaidi, SpOT, menyatakan berdasarkan data terkini, sebanyak 85 persen tenaga kesehatan mengalami sindrom burnout.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sindrom burnout merupakan salah satu kondisi stres kronis yang berhubungan dengan pekerjaan. Sindrom burnout ditandai dengan kelelahan secara fisik dan emosional akibat ekspektasi dan kenyataan yang tidak berjalan sesuai yang dibayangkan.

"Kondisi saat ini secara psikologis apa yang terjadi di masyarakat (juga) terjadi di kami (tenaga medis), burnout, 85 persen tenaga kesehatan burnout," ujar Adib dalam diskusi virtual di acara BNPB, Jakarta, Senin (16/11).

Tak hanya itu, Adib menyebut sebanyak 15 persen dokter yang menempuh pendidikan spesialis mengalami depresi.

"Kemudian dokter-dokter yang pendidikan spesialis 15 persen depresi. Ini gambaran tekanan mental penting tetap bertahan dalam penanganan pandemi corona," ucapnya.

Adib menyatakan, tekanan mental yang dialami tenaga medis dilandasi kondisi pandemi corona yang tak kunjung usai, diperparah dengan perilaku masyarakat yang masih banyak abai protokol kesehatan.

Untuk itu, Adib meminta masyarakat membantu tenaga kesehatan dengan tetap konsisten mematuhi protokol kesehatan dan mulai membiasakan diri menerapkan adaptasi kebiasaan baru.

"Kami berharap masyarakat juga mengubah perilaku yang terkait disinformasi diperbaiki, informasi yang salah terkait COVID-19 diperbaiki. Ini jadi vitamin buat kami untuk semangat," ucapnya.

"Ketahanan mental (tenaga kesehatan) bisa terbantu, dapat vitamin, dan semangat apabila masyarakat bantu dengan perubahan perilaku yang lebih baik dengan mematuhi protokol 3M," tutupnya.

 

 

Reporter : dimas
Editor : Sesma