Netral English Netral Mandarin
18:07wib
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melarang kegiatan buka puasa bersama saat ramadan seiring dengan pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan melarang total operasi semua moda transportasi darat, laut, udara, kereta pada 6 Mei-17 Meri 2021.
Makin Panas! Sebut Upaya Moeldoko Ambil Alih Demokrat Ugal-ugalan, AA: Bisa Timbulkan Pertumpahan Darah

Kamis, 04-Maret-2021 18:16

Andi Arief
Foto : CNN Indonesia
Andi Arief
36

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kericuhan yang dialami Partai Demokrat semakin memanas. Politikus Andi Arief tanpa ragu menuding Moeldoko sebagai pihak yang ugal-ugalan mau ambil alih Demokrat.

Andi Arief juga menyebut-nyebut Menko Polhukam Mahfud MD sama-sama mengetahui bahwa pengamnbil-alihan partai secara ilegal bisa menimbulkan korbamn dan pertumpahan darah.  

"Dalam catatan pengambilalihan ilegal partai, saya dan Pak Prof @mohmahfudmd  sama-sama mengetahui bisa berdampak tmbulkan korban dan pertumpahan darah. Sudah banyak kajian disertasi soal ini. Upaya ugal2an Pak Moeldoko ini berpotensi sama, tidak harus empirisme untuk menjawabnya," kata Andi Arief, Kamis (4/3/21).

Andi Arief berharap Mahfud MD mau mendengarkan apa yang mau ia sampaikan terkait keterlibatan Moeldoko dalam uapaya kudeta partai demokrat sudah tak mau didengarkan Presiden Jokowi.

"Pak Prof  @mohmahfudmd  ysh, meski ada keterlibatan KSP Moeldoko dlm kudeta  Demokrat besok, saya harap Pak Prof larang perbuatan melanggar hukum Pak Moeldoko. Dasarnya langgar UUD, UU kepartaian dan AD ART partai yg disahkan negara. Karena Pak Jokowi sudah gak mau dengar lagi," lanjut Andi Arief.

Sementara sebelumnya diberitakan, setelah Moeldoko diisukan akan mengkudeta Ketum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk menjadi calon presiden (capres) di Pemilu 2024 nanti, Moeldoko sempat menyatakan bahwa isu itu adalah dagelan."Terus dibilangin mau jadi presiden lah, ya nggak-nggak aja itu. Ah kerjaan gua setumpuk begini, ngurusin yang nggak-nggak aja. Janganlah, apa itu, membuat sesuatu. Itu, menurut saya sih, kayaknya ini, kayak dagelan aja gitu, ya. Lucu-lucuan aja," kata Meoldoko saat konferensi pers di Jalan Terusan Lembang, Jakarta Pusat, Rabu (3/1/2021).

Dia menambahkan, PD memiliki Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan AHY. AHY pun, lanjutnya, dipilih secara aklamasi. Moeldoko pun mengaku bingung karena dikait-kaitkan dengan AHY.

"Bingung juga saya ini orang ngopi-ngopi kok, bisa rame begini. Apalagi ada yang grogi lagi, apa sih urusannya ini. Saya itu kan ngopi-ngopi aja. Beberapa kali di sini, ya di luar, biasa, wong kerjaan saya bicara kanan-kiri. Dan saya ini siapa sih? Saya ini apa? Biasa-biasa aja. Di Demokrat ada Pak SBY, ada putranya, Mas AHY, apalagi kemarin dipilih secara aklamasi. Kenapa mesti takut ya? Kenapa mesti menanggapi seperti itu? Biasa-biasa aja, gitu," ucapnya.

Baca juga:Moeldoko Tanggapi Isu Jadi Capres: Kerjaan Gue Setumpuk!Moeldoko pun menambahkan, bukan hanya dia yang pernah ditemui kader Partai Demokrat. Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (LBP), kata Moeldoko, juga pernah ditemui para kader tersebut.

"Jadi dinamika dalam sebuah partai politik itu biasa, ya, seperti itu. Dan Pak, apa itu, LBP juga pernah cerita sama saya, 'oh saya juga didatangi oleh mereka-mereka', case-nya juga sama. Tapi nggak ribut begini," jelas dia.

Seperti diketahui, Ketum Partai Demokrat AHY sebelumnya mengungkap upaya kudeta terhadapnya yang melibatkan orang lingkaran Istana. Belakangan, Demokrat menyebut orang lingkaran Istana dimaksud adalah Moeldoko.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto