Netral English Netral Mandarin
12:03wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Abdullah TP3 Minta Polisi Sumpah Muabbalah Ungkap Peristiwa KM 50, FH: Bikin Kegaduhan

Rabu, 03-Maret-2021 18:00

Ferdinand Hutahaean
Foto : Twitter
Ferdinand Hutahaean
21

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Ferdinand Hutahaean (FH) menilai kalau sikap Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) berlebihan dalam menyikapi peristiwa pembunuhan KM 50 Tol Jakarta-Cikampek.

Apalagi, TP3 yang dikomandoi Mantan Petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan ancaman bersumpah atas nama kitab suci demi menegaskan kejujuran kepada pihak kepolisian dalam mengungkap tewasnya enam anak buah Terdakwa Habib Rizieq Shihab.

"Ini Indonesia yang ber Pancasila, hidup dgn norma2 hukum dan nilai kemanusiaan. Indonesia negara yang ber Tuhan, ber Ketuhanan Yang Maha Esa, bukan negara agama. Jadi sy pikir TP3 yg entah mahluk jenis apa ini, jgn bikin kegaduhanlah di republik ini," seperti dilansir akun resmi di Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Seperti dilansir,  Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) mengundang Polda Metro Jaya untuk melakukan sumpah mubahalah terkait peristiwa 6 laskar FPI tewas ditembak di Km 50 Tol Jakarta-Cikampek. Mubahalah juga dilakukan oleh pihak keluarga korban.

"Kita bukan menantang tapi mengundang Polda, Humas Polda, dan beberapa perwira yang dianggap terlibat dalam peristiwa Desember itu di KM 50 untuk melakukan mubahalah," kata anggota TP3 Abdullah Hehamahua kepada wartawan.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Nazaruli