3
Netral English Netral Mandarin
10:55 wib
Partai Demokrat memecat sejumlah kader yang dianggap terlibat dan mendukung gerakan pengambilalihan kepemimpinan partai atau kudeta. Pertumbuhan jumlah orang kaya raya atau crazy rich di Indonesia diproyeksi bakal melampaui China seiring dengan proses distribusi vaksin Covid-19 dilakukan.
Abu Janda Agen Ganda Penghancur Islam dari Dalam? DS: Kalo Agen Minyak, Mungkin Iya

Senin, 01-Februari-2021 08:35

Abu Janda Agen Ganda Penghancur Islam dari Dalam? Denny sebut Kalo Agen Minyak, Mungkin Iya
Foto : FB/Denny Siregar
Abu Janda Agen Ganda Penghancur Islam dari Dalam? Denny sebut Kalo Agen Minyak, Mungkin Iya
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Denny Siregar geram karena ada sejumlah pihak menuduh Abu Janda seorang agen ganda yang bertugas menyusup dan menghancurkan Islam dari dalam.

Denny pun menyebut Abu Janda itu orangnya polos dan tak ada sifat seorang agen. Ia pun nyletuk kalau agaen minyak goreng mungkin iaya.

"Sampe sekarang gua ngikik dengar tuduhan Abu Janda itu penyusup dan agen yg ingin merusak dr dalam. AJ itu orgnya polos, suka pansos, banci tampil, ngeselin, naif dan spontan. Gada dikitpun sifat2 keagenan. Kalo agen minyak goreng, mungkin iya," kata Denny Senin (1/2/21).

Sementara sebelumnya, ia berturut-turut menulis: "Besok @permadiaktivis1 datangi Bareskrim. Besok juga gua sama @muannas_alaidid hadiri sidang kedua kasus @Telkomsel. Sibuknya kami, beda rejeki."

"Perhatikan cara media online maenkan framing.. Cegat seorang pejabat di pintu keluar. Jebak dia dgn pertanyaan, "Apakah bapak setuju organisasi bapak dikaitkan dgn si Denny ?" Pasti jawabnya, "Nggalah, itu urusan dia." Judul di media, "Denny tidak diakui oleh organisasi X," cuit Denny.

Untuk diketahui, tuduhan Abu Janda seorang agen ganda pernah diungkap oleh Akuratnews.com, Sabtu (31/8/2019). Dalam reportase tersebut, Abu Janda Al Boliwudi disebut sosok yang kerap dinilai menyerang Islam ini.

Oleh sebab itu, Von Edison Alouisci seorang penulis sekaligus analisis, mengungkap bahwa Abu Janda sebagai sosok yang patut diduga sebagai agen ganda pemecah umat islam, dan bagian dari jaringan proxy war zionis.

Dalam tulisannya, Von Edison Alouisci mengungkap kedok Abu Janda dengan segala kiprahnya di pentas busuknya politik di Indonesia ini.

"Anda tahu Abu Janda Al Boliwudi?" Tentu anda banyak melihat lagak gaya Abu Janda yang selama ini banyak menuai kontroversi mulai dari tingkat awam hingga sampai ke kalangan elit politik dan ulama." demikian tulisan pembukan Von Edison Alouisci yang dirilis salah satu media online independen di Indonesia, akhir tahun 2018 lalu.

Lantas siapa sebenarnya Abu Janda? Untuk mengetahui lebih jauh, simak ulasan Von Edison Alouisci yang dirilis demokrasi.co.id, sebagai berikut:

Judul: Membongkar Kedok Abu Janda, Agen Ganda Pemecah Umat Islam Jaringan Proxy War Zionis

Penulis: Von Edison Alouisci adalah seorang Penulis dan Analisis, (*)

Anda tahu Abu Janda Al Boliwudi? Tentu anda banyak melihat lagak gaya Abu Janda yang selama ini banyak menuai kontroversi mulai dari tingkat awam hingga sampai ke kalangan elit politik dan ulama.

Lantas siapa sebenarnya Abu Janda ini?

Lewat tulisan ini saya sedikit memberi penjelasan pada anda tentang Abu Janda ini. Tentu bukan tanpa alasan saya harus menjelaskan mengingat sepak terjang nya makin hari saya anggap makin tidak terkontrol dan suka mencari sensasi tidak berkelas.

Saya mengetahui sejak lama tingkah laku abu janda ini di media bahkan dalam sebuah situs malahan saya dibanding- bandingkan dengan Abu Janda ini:

http://www.datdut.com/von-edison-alouisci/

Abu Janda Boliwudi ini bernama asli Permadi Arya Wirasmawa, yang beralamatkan Komplek Gudang Peluru Blok I no 217 Kelurahan Tebet Timur, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Namun belakangan tersiar kabar bahwa alamat dia yang di Bandung ialah di Jl. Cikawao No.12, Cikawao, Lengkong, Bandung.

Permadi Arya Wirasmawa adalah anak dari Sujatna dan Lina.

MEMAKAI NAMA ABU JANDA BOLIWUDI

Abu Janda adalah tokoh fiksi yang dibuat oleh Permadi Arya pada Desember 2014.

Ini adalah nama plesetan dari nama teroris ISIS asal Malang, Indonesia, Abu Jandal Al Indonisiy. Belakangan Abu Jandal diberitakan tewas di medan tempur di Suriah. Oleh simpatisan ISIS, Abu Jandal salah satu idola Permadi Arya yang syahid di medan perang. Saking idolanya dengan Abu Jandal kemudian ia membuat halaman facebook dengan nama Abu Janda Boliwudi.

Sedang nama Boliwudi sendiri, Permadi Arya terinspirasi dengan Artis-artis Hindi yang juga disukainya.

Permadi arya dalam banyak hal selalu memancing benih provokasi di media yang sangat jelas bertujuan untuk membenturkan sesama Islam. Membenturkan Islam dengan Kristen bahkan agama manapun.

Triknya mengadu domba ulama, ustadz, tokoh-tokoh muslim Indonesia terutama NU yang sepertinya target utama tujuan nya.

Permadi Arya menyusup ke tubuh NU dan menggunakan atribut Ansor dan Banser agar terlihat ke-NU-an nya padahal kalau anda cermati perilakunya ia jauh dari perilaku NU tulen.

Permadi Arya ini cendrung terlihat seperti AGEN PROXY WAR yang memang bentukan zionis untuk memecah belah umat Islam dan Non Islam di Indonesia.

Proxywar adalah perang ketika lawan menggunakan pihak ketiga sebagai pengganti berkelahi satu sama lain secara langsung. Pihak asing berkolaborasi dengan kelompok dalam negeri untuk memecah belah bangsa atau suatu negara.

Agen Proxy War sesungguhnya adalah kelompok jaringan ATHEIS zionis atau murtadin yang bertugas menghancurkan Islam di seluruh dunia dimana mereka menyebarkan agen-agen mereka memasuki kelompok kelompok Islam, Kristen yang kemudian mereka adu sedemikian rupa sehingga terjadi benih perpecahan.

PERMADI ARYA MENGAKU TIDAK BERAGAMA

Saat Ketua Komunitas Indonesian Reenactors, Permadi Arya pernah menyatakan :

“Saya gak percaya agama. Saya percaya Tuhan. I don’t believe in religion. I believe in God”. Dia mengaku sebagai pemikir bebas.

Jika benar demikian berarti dia adalah orang tidak beragama yang menyusup ke Banser NU untuk mengadu domba umat beragama, dengan memanfaatkan isu-isu terorisme, radikalisme, intoleransi dan khilafah.

Dia mengaku dirinya ustadz sesungguhnya adalah iseng.

Permadi Arya ini kalau saya cermati beberapa tulisan nya dia pencinta teori konspirasi diatas konspirasi. Mulai dari keyakinan nya bahwa jutaan orang Yahudi tewas di kamp konsentrasi hanyalah mitos, dia holocaust denial sejati. Lalu soal White Supremacy, dimana kulit putih adalah ras yang paling benci terhadap Semit (Yahudi-Arab). Konspirasi pembunuhan JFK untuk kelangsungan perang Vietnam. Aliansi Bush-Wahabi Saudi, dan masih banyak lagi. Pokoknya tentang konspirasi atau ‘konspirasi di atas konspirasi’. Permadi Arya sangat suka bicara hal-hal seperti ini. Itu sebabnya ia mengaku PEMIKIR BEBAS.

Permadi arya sudah lama saya kenal di media termasuk facebook yang ketika itu memiliki fans like masih sedikit bahkan jauh di bawah halaman page yang saya kelola.

Namun dengan status-status nya yg kebanyakan nyeleneh, dia cukup cepat dikenal di facebook.

PERMADI ARYA DEKAT DENGAN KELOMPOK SYIAH

Ada fakta menarik bahwa disamping Arya Permadi seolah orang Banser NU namun disidi lain dia juga bergaul akrab dengan kelompok syiah.

Ada yang tahu Surya Hamidi?

Surya Hamidi dulu mengaku aswaja ketika di dalam forum facebook dan WAG saya. Nyaris banyak yang terkecoh dengan si Surya ini. Tetapi tidak bagi saya. Dia mencoba Taqiyah dan mengaku seolah-olah dia adalah Aswaja yang dicap Syiah karena tahlilan dan berdoa ke orang yang sudah meninggal. Padahal Surya Hamidi memang syiah tulen.

Surya Hamidi dulu pernah diskusi alot dengan saya membahas masalah wahabi dan syiah hingga terkuaklah rahasia nya bahwa dia adalah orang syiah yang sedang TAQIYAH.

Lantas apa hubungannya dengan Abu Janda alias Arya Permadi?

Permadi Arya berteman akrab dengan Surya Hamidi orang syiah ini.

Kesaksian Denny tentang Abu Janda

Sementara menurut Denny, Abu Janda adalah sosok yang polos. Berikiut catatan lengkap Denny Siregar:

USTAD PARODI DISERIUSIN, KELEN SEHAT?

Sekali2 ngobrollah dengan Abu Janda.Dia orangnya polos, ceria, keras kepala, tapi hatinya baik. Jadi saya ketawa ketika orang mencurigai dia sebagai penyusup, agen, intelijen dan sebagainya. Jujur, dia sama sekali ga punya kapasitas itu. Jauh.

Abu Janda orangnya spontan, mikirnya gak panjang, seradak seruduk gak jelas, suka pansos, banci tampil. Apa itu model penyusup atau agen ? Haha..

Itulah yang buat saya betah berteman dengan dia. Gak munafik. Gak punya agenda. Gak memanipulasi teman. Dia apa adanya, orang gada beban. Asik2 aja. Kadang kayak anak kecil suka ngambekan.

Parodi adalah jalan ninjanya. Ya, cuma itu yang dia bisa. Dia bukan akademisi spt Ade Armando. Atau penulis spt Denny Siregar. Atau pendebat seperti Adian Napitupulu.

Kesal dgn parodinya ? Ya wajar, anda bukan segmen marketnya. Abu Janda itu lakunya di tiktok, tempat konten receh. Penontonnya disana ratusan ribu. Jadi gak perlu serius2 amat nonton video Abu Janda. Anggap aja nonton Mr Bean, ngeselin tapi bawaannya pengen nonton lagi.

Saya juga heran seberapa pentingnya sih Abu Janda sampe harus dibahas 7 partai, mantan Menteri sampe 2 ormas besar ??

Gak penting. Malah partai, mantan menteri dan 2 ormas besar itu yang mengerdilkan dirinya kalo bahas Abu Janda. Namanya dia aja Abu Janda, nama parodi. Berarti gak serius. Wong gak serius kok dibahas sampe viral ? Apa pada kurang kerjaan ?

Tanpa disadari, si Abu Janda malah tambah besar. Lha yang bahas dia yang besar-besar ?Pada takut ama tokoh parodi, tapi ga peduli sama Munarman yang sedang framing dgn keji, pada Bahtiar Nasir yang sibuk bagaimana caranya

supaya revolusi, pada Felix Siaw yg sedang cari jalan untuk cuci otak anak kecil.Mereka itu serius semua lho orangnya, punya target besar juga dana.

Merekalah yang harus diwaspadai, bukan ustad parodi. Kok kebalik2 jadinya ? Sampek maksa2 melibatkan Kapolri

Mungkin banyak yg lagi bingung. Cari celah gimana caranya Pemilu 2022 jadi. Maka pada pansos supaya namanya dikenal sebagai anti rasisme dan anti intoleransi. Abu Janda, yang suka tik tokan dgn follower besar siapa tahu bisa jadi jembatan supaya nama mereka dikenali..

Haha... Kopiku malam ini pahit sekaliSrufuttt..

Denny Siregar

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto