3
Netral English Netral Mandarin
10:59 wib
Partai Demokrat memecat sejumlah kader yang dianggap terlibat dan mendukung gerakan pengambilalihan kepemimpinan partai atau kudeta. Pertumbuhan jumlah orang kaya raya atau crazy rich di Indonesia diproyeksi bakal melampaui China seiring dengan proses distribusi vaksin Covid-19 dilakukan.
Polisi Juga Periksa Kasus Cuitan Islam Arogan, Abu Janda Minta Netizen Bantu Re-Tweet Pernyataan Kiai NU Ini 

Minggu, 31-January-2021 20:15

Permadi Arya alias Abu Janda minta bantuan pengguna twitter untuk bantu re-tweet pernyataan Kiai NU soal dirinya tak bersalah.
Foto : Twitter @permadiaktivis1
Permadi Arya alias Abu Janda minta bantuan pengguna twitter untuk bantu re-tweet pernyataan Kiai NU soal dirinya tak bersalah.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Bareskrim Polri akan memanggil Permadi Arya alias Abu Janda terkait dugaan kasus rasisme terhadap mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai. Abu Janda akan diperiksa Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber pada Senin (1/2/2021).

“Untuk pelaporan terhadap terlapor yang sama, dalam hal ini mengenai cuitan dugaan rasisme kepada Saudara NP (Natalius Pigai), yang bersangkutan juga akan kami panggil dalam panggilan yang berbeda,” kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi, Sabtu (30/1/2021), seperti dilansir Divisi Humas Polri dalam situs resminya.

Diterangkannya, ada dua laporan atas Abu Janda di Bareskrim Polri kemarin dan beberapa hari lalu. Laporan pertama soal cuitan Abu Janda di akun Twitternya @permadiaktivis1 yang dinilai rasisme terhadap Natalius Pigai, dan kedua cuitan soal ‘Islam agama arogan’ saat terlibat twit war dengan Tengku Zulkarnain.

Slamet mengatakan, Abu Janda juga akan diperiksa di waktu yang berbeda terkait kasus cuitan ‘Islam Agama Arogan’ di media sosial. Kasus ini juga telah diterima oleh polisi dari laporan masyarakat.

Terkait kasus ini, Abu Janda telah menyampaikan klarifikasi, baik melalui video pernyataan langsung dan juga secara tertulis melalui akun twitter-nya.

"Saya tak pernah bilang 'islam arogan', saya bilang 'islam pendatang dari Arab' yg arogan & itu ditujukan ke Tengkuzul. yang saya maksud itu aliran Salafi Wahabi. Saat twit saya diviralkan bagian twit Tengkuzul nya dibuang, jadi seolah saya generalisasi islam. Terima kasih," tulis Abu Janda lewat akun @permadiaktivis1, seperti dikutip netralnews, Minggu (31/1/2021).

Lebih lanjut, dalam cuitan lanjutannya, ia juga mengutip pernyataan dalam rekaman video seorang Kiai Nahdlatul Ulama (NU) yang merupakan Ketua Umum dari Barisan Ksatria Nusantara (BKN), yang meyakini Abu Janda tidak punya niat menghina islam. 

"Betul Kiai.. saya korban twit yang dipotong kronologinya tanpa konteks. Padahal itu twit ditujukan ke TengkuZul, & hanya untuk TengkuZul. Bukan ditujukan untuk generalisasi semua islam," demikian cuitan lanjutan dari Abu Janda.  Dalam video yang juga diposting Abu Janda itu, Ketum BKN Ustaz Muhammad Rofii menyatakan telah menerima tabayyun (klarifikasi) secara langsung dari Abu Janda perihal cuitan 'Islam arogan'. 

"Kami berkeyakinan bahwa Abu Janda tidak ada niat sedikitpun untuk menghina Islam," kata Rofii 

Selanjutnya, Abu Janda lantas meminta pengguna twitter untuk menyebarkan ulang (re-tweet) postingan video pernyataan dari Ketum BKN tersebut.

"Bantu ritwit ini twips," cuit Abu Janda. 

 

Reporter :
Editor : Irawan HP