Netral English Netral Mandarin
11:28 wib
Uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Kapolri akan digelar pada Rabu (20/1/2021). Polda Metro Jaya menjadwalkan pada Rabu (20/1/2021) gelar perkara terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara ulang tahun Ricardo Gelael yang dihadiri Raffi Ahmad.
Abu Janda: Pertama, Pistol Milik Laskar FPI Berarti Harus Tangkap Munarman, Kedua Pelanggaran HAM-nya dimana?

Sabtu, 09-January-2021 12:02

Abu Janda sebut Pertama, Pistol Milik Laskar FPI Berarti Harus Tangkap Munarman, Kedua Pelanggaran HAM-nya dimana?
Foto : Istimewa
Abu Janda sebut Pertama, Pistol Milik Laskar FPI Berarti Harus Tangkap Munarman, Kedua Pelanggaran HAM-nya dimana?
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan, penembakan enam laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 oleh aparat kepolisian merupakan pelanggaran HAM.

Hal itu disampaikan Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam dalam konferensi pers di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/1/2021) sore.

Dia mengatakan, Komnas HAM merekomendasikan adanya penegakan hukum dengan mekanisme pengadilan pidana. Menurut dia, penegakan hukum melalui mekanisme pengadilan pidana diperlukan untuk mendapatkan kebenaran materiil yang lengkap serta menegakkan keadilan.



"Peristiwa tewasnya laskar FPI merupakan kategori pelanggaran HAM," ucap Choirul Anam.

Selain itu, Komnas HAM juga menyatakan telah menggelar uji balistik terhadap selongsong yang mereka temukan di lokasi.

Dari temuan ini, Anam mengatakan ada dua selongsong peluru yang diduga merupakan senjata rakitan milik anggota FPI.

Selain itu, ada juga tiga selongsong peluru yang diduga milik anggota polisi.

"Proses uji balistik ini sangat terbuka, melibatkan masyarakat sipil dan ahli dari Pindad," ujar Anam.

Sementara sebelumnya, Sekretaris Umum Front Pembela Islam (Sekum FPI) Munarman membantah penjelasan pihak kepolisian yang menyebut laskar FPI melakukan penembakan ke arah penyidik Korps Bhayangkara di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 Karawang.

Munarman kepada media massa menegaskan Laskar FPI tak memiliki senjata api sehingga dalam peristiwa yang menewaskan enam orang pengikut Habib Rizieq tersebut tak mungkin terjadi baku tembak.

Menanggapi hasil temuan Komnas HAM, pegiat media sosial Abu Janda alias Permadi Arya, Sabtu (9/1/21) mehgatakan: "Pertama, @KomnasHAM sudah nyatakan pistol memang milik laskar FPI & ada baku tembak. Berarti @DivHumas_Polri  harus tangkap Munarman."

"Kedua, polisi ditembak, bela diri lumpuhkan 2 laskar. Lalu 4 laskar coba rebut senjata, a matter to kill or be killed.. pelanggaran HAM nya dimana?" tanya Abu Janda.

Pernyataan Polisi

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono menyatakan pihaknya menghargai hasil temuan dari Komnas HAM soal kasus baku tembak laskar Front Pembela Islam (FPI) dan polisi di Tol Jakarta-Cikampek.

"Tentunya yang pertama Polri menghargai hasil investigasi dan rekomendasi dan Komnas HAM," kata Argo di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (8/1/2021).

Polri, dikatakan Argo, sampai saat ini masih menunggu surat resmi dari Komnas HAM terkait dengan hasil penyelidikan dan investigasi tersebut. Nantinya, hasil rekomendasi itu akan dipelajari oleh Polri untuk menentukan langkah selanjutnya.

"Kedua, Polri masih menunggu surat resmi yang nanti dikirim ke Polri. tentunya akan kami pelajari rekomendasi maupun surat itu yang masuk ke Polri," ujar Argo.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto