Netral English Netral Mandarin
10:16wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Ada Aroma Korupsi Pembelian Tanah BUMD DKI, Denny: Ehm, Apa Ada Acara Cepet2an Konpers ni?

Senin, 08-Maret-2021 16:13

Denny Siregar
Foto : Istimewa
Denny Siregar
23

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Bareskrim Polri mencium aroma di duga korupsi di BUMD DKI Jakarta. Saatini tengah mengusut kasus dugaan korupsi pembelian tanah yang dilakukan PD Sarana Jaya. Kasus itu masih dalam tahap penyelidikan.

"Benar, lidik (penyelidikan)," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono kepada wartawan, Senin (9/3/2020).

Denny Sirehar langsung berkomentar mengenai hal itu.

"Ternyata masalah korupsi lahan oleh Dirut BUMD DKI, juga pernah diselidiki oleh Bareskrim Polri. Tapi @KPK_RI  lah yang menetapkan tersangkanya.. Ehm, apa ada acara cepet2an konpers ni?" katanya.

Sebelumnya diberitakan, Kombes Argo membenarkan adanya surat-surat panggilan yang dilayangkan Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) Bareskrim Polri. Panggilan itu ditujukan pada sejumlah orang dari PD Sarana Jaya.

Dalam surat panggilan itu tertera dugaan kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait pembelian aset yang dilakukan PD Sarana Jaya pada tahun 2018-2020. Namun Argo enggan membeberkan lebih jelas mengenai kasus dugaan korupsi yang tengah diselidiki itu.

"Hanya membenarkan penyelidikan peristiwa tersebut," imbuh Argo tanpa penjelasan lebih lanjut.

Dicek pada situs resmi PD Sarana Jaya, perusahaan itu bergerak pada bidang properti yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta. Dalam situs itu disebutkan PD Sarana Jaya menangani pembangunan proyek-proyek strategis di lingkungan Ibu Kota Jakarta seperti pengembangan Kawasan Sentra Primer Tanah Abang dan pembangunan rumah hunian dengan Down Payment Rp 0.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto