Netral English Netral Mandarin
17:57 wib
Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta akan menerapkan sistem baru agar tak ada lagi surat hasil tes Covid-19 palsu. Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan bahwa keterisian tempat tidur Intensive Care Unit (ICU) pasien Covid-19 di 101 rumah sakit rujukan telah mencapai 85 persen.
Ada Jurnalis Hilang dan Dianiaya Saat Liput Demo Tolak UU Cipta Kerja di Jakarta

Selasa, 20-Oktober-2020 00:00

Jurnalis Hilang
Foto : istimewa
Jurnalis Hilang
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Jurnalis dari media daring merahputih.com, Ponco Sulaksono, dikabarkan hilang saat meliput unjuk rasa menolak Undang- Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) di Jakarta pada Kamis (8/10/2020).

"Sampai pukul 19.50 WIB belum bisa dihubungi redaksi. Terakhir kirim berita terkait demo penolakan UU Omnibus Law ke redaksi 15.14 WIB," bunyi keterangan pers dari redaksi merahputih.com pada Kamis malam.

"Posisi terakhir terpantau di sekitar Gambir, Jakarta Pusat. Setelah itu tidak termonitor. Beberapa saksi yang meberikan informasi, Ponco Sulaksono diamankan saat berada di Gambir, Jakarta Pusat," jelas merahputih.com.



Tim redaksi merahputih.com sudah berupaya mencari Ponco ke rumah sakit sekitar Gambir tetapi belum membuahkan hasil. Mereka lantas berkoordinasi dengan LBH Pers Jakarta untuk terus mencari keberadaan Ponco.

"Untuk itu, kami dari merahputih.com meminta jika benar Ponco Sulaksono turut diamankan oleh pihak kepolisian saat demo hari ini bisa memberikan kabar ke pihak redaksi untuk memberikan pendampingan," terang redaksi merahputih.com.

"Begitu pula jika ada pihak-pihak yang mengetahui tentang keberadaan Ponco Sulaksono bisa menghubungi Alwan Ridha Ramdani (Kepala Kompartemen News MerahPutih.com) Tlp: 08562010410. Terima kasih," demikian keterangan redaksi merahputih.com.

Selain jurnalis merahputih.com yang dikabarkan hilang, jurnalis lainnya dari suara.com, Petter Rotti, mengalami penganiayaan, intimidasi dan dan perampasan alat kerja.

Pemimpin Redaksi Suara.com, Suwarjono menjelaskan, Peter Rotti mengalami kekerasan dari aparat kepolisian saat meliput aksi unjuk rasa penolakan Undang-Undang Cipta Kerja di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2020).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.00 WIB, saat Peter merekam video aksi sejumlah aparat kepolisian mengeroyok seorang peserta aksi di sekitar halte Transjakarta Bank Indonesia.

Ketika itu Peter berdua dengan rekannya, yang juga videografer, yakni Adit Rianto S, melakukan live report via akun YouTube peristiwa aksi unjuk rasa penolakan Omnimbus Law.

"Melihat Peter merekam aksi para polisi menganiaya peserta aksi dari kalangan mahasiswa, tiba-tiba seorang aparat berpakaian sipil serba hitam menghampirinya," ujar Suwarjono.

"Kemudian disusul enam orang Polisi yang belakangan diketahui anggota Brimob. Para polisi itu meminta kamera Peter, namun ia menolak sambil menjelaskan bahwa dirinya jurnalis yang sedang meliput," sambungnya.

Namun, lanjut Suwarjono, para polisi memaksa dan merampas kamera Peter. Seorang dari polisi itu sempat meminta memori kamera. Peter menolak dan menawarkan akan menghapus video aksi kekerasan aparat polisi terhadap seorang peserta aksi.

"Para polisi bersikukuh dan merampas kamera jurnalis video Suara.com tersebut. Peter pun diseret sambil dipukul dan ditendang oleh segerombolan polisi tersebut," jelasnya.

Lanjut Suwarjono, setelah merampas kamera, memori yang berisi rekaman video liputan aksi unjuk rasa mahasiswa dan pelajar di sekitar patung kuda, kawasan Monas, Jakarta itu diambil polisi. Namun kameranya dikembalikan kepada Peter.

Kekinian Peter dalam kondisi memar di bagian muka dan tangannya akibat penganiayaan aparat kepolisian.

"Saya selaku Pemred Suara.com mengecam aksi penganiayaan terhadap jurnalis kami, maupun jurnalis media-media lain yang mengalami aksi serupa," tegas Suwarjono.

"Sebab, jurnalis dalam melakukan tugas-tugas jurnalistik selalu dilindungi oleh perundang-undangan. Saya juga mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas hal ini," pungkasnya. 

Reporter : Digo Ardestilano
Editor : Editor Netralnews