Netral English Netral Mandarin
17:52 wib
Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta akan menerapkan sistem baru agar tak ada lagi surat hasil tes Covid-19 palsu. Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan bahwa keterisian tempat tidur Intensive Care Unit (ICU) pasien Covid-19 di 101 rumah sakit rujukan telah mencapai 85 persen.
Ada Kisah Fabel dalam Relief Candi Borobudur

Selasa, 01-December-2020 22:40

Ada kisah fabel dalam Relief Candi Borobudur.
Foto :
Ada kisah fabel dalam Relief Candi Borobudur.
22

MAGELANG, NETRALNEWS.COM - Banyak hal yang bisa dieksplorasi ketika berlibur #DiIndonesiaAja, termasuk di Candi Borobudur. Selain belajar sejarah kerajaan-kerajaan di Indonesia, wisatawan juga bisa belajar kisah kehidupan dari relief-relief Candi Borobudur. Relief dari sebuah mahakarya abad ke-9 ini, bagaikan magnet yang besar dan megah sehingga mampu memikat hati setiap wisatawan dari berbagai penjuru dunia untuk berkunjung ke tempat ini.

Relief-relief yang mengisahkan kehidupan manusia khususnya masyarakat Jawa Kuno ini telah menginspirasi anak bangsa untuk melestarikan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Dari berbagai relief di Borobudur, ada satu yang cukup dikenal masyarakat, yaitu relief Jataka. Relief ini menceritakan reinkarnasi Buddha Gautama sebelum dilahirkan sebagai Pangeran Siddharta Gautama. Sang Buddha pernah dilahirkan sebagai binatang yang berbudi luhur melalui kisah kera, banteng, dan gajah.

Dikisahkan seekor banteng yang selalu diganggu oleh kera yang nakal. Dewi hutan yang geram, menasihati banteng untuk mengusir kera. Namun, nasihat itu ditolak banteng, karena banteng tidak ingin kepergian kera menimbulkan kericuhan di sudut hutan lainnya. Mendengar alasan tersebut, Dewi Hutan kemudian bersujud kepada banteng. Selain itu, ada pula kisah gajah yang merelakan dirinya untuk menjadi makanan bagi manusia yang sedang kelaparan.



Jumlah relief Jataka-Avadana pada pagar langkan tingkat III bagian dalam sejumlah 500 panel dan 120 panel pada dinding tingkat III. Kemudian 100 panel lanjutan Jataka-Avadana terletak pada tingkat IV, sehingga total relief Jataka-Avadana adalah 720 panel. Relief Jataka yang terpahat di Candi Borobudur mengajarkan pada manusia untuk selalu berbuat baik pada semua makhluk, baik itu manusia, binatang, maupun tumbuh-tumbuhan. Ratusan relief terpahat mengajarkan budi pekerti bagi generasi masa kini dan masa datang.

Secara umum para wisatawan hanya takjub dengan mahakarya nenek moyang kita tersebut. Padahal banyak pelajaran yang bisa dipetik dari karya seni berupa relief-relief candi yang terukir di sana. Relief pada candi menjadi salah satu media yang digunakan seniman zaman dahulu untuk menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat. Antara lain berupa cerita yang mengandung nilai-nilai keagamaan, kepahlawanan, dan kasih sayang.

Ketika berlibur ke sini, wisatawan tetap wajib patuhi protokol kesehatan, yakni dengan mencuci tangan pakai sabun, mengenakan masker, serta menjaga jarak.

https://www.indonesia.travel/id/id/diindonesiaaja?cid=FWP20:PUB:NLNW:ARTC:ID:AW:DIAJ

Reporter : sulha
Editor : sulha