Netral English Netral Mandarin
11:16wib
Pemerintah Indonesia kritik Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang luput menyoroti kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di negara-negara maju. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin pada Sabtu (25/9/2021) dini hari.
Ada Pesan Khusus di Balik 'Saldo Rekening Anak Akidi Tio Tak Cukup', Netizen: Di Jawa Itu Bahasa Kromo

Rabu, 04-Agustus-2021 09:00

Ilustrasi pemberian dana bantuan keluarga Akidi Tio
Foto : Berita Heboh
Ilustrasi pemberian dana bantuan keluarga Akidi Tio
20

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Warganet menanggapi kocak atas keterangan pihak kepolisian yang menyatakan bahwa saldo rekening anak Akidi Tio yang hendak sumbang Rp2 Triliun tak mencukupi.

Menurut akun FB Mak Lambe Turah, seperti dinukilNNC 4 Agustus 2021, itu mengandung pesan halus bila diukur dalam bahasa dan budaya Jawa.

MLT: “Saldo tak cukup itu bahasa halus...kalo di jawa itu bahasa kromo.”

Fajar Mandala: “Trust Account itu sifatnya rahasia bosku..bs berupa surat berharga kl mau aman..kl uang diendapkan lama ga keambil ya hangus. aturan mainya gt.”

Sony Cuanterus: "Klo dia waras harusnya tau dan cek.. klo sdikit gila ya mungkin sih cari masalah dgn bikin hoax.. atau bisa jadi emang di tilep banknya.. klo iya ditilep mending di buka aja tu sama anak2nya AT bilang kasus sprti apa.. biar org2 indonesia tau bank luar kaya apa permainannya... gw kok ngerasa bu H ini dikadalin org bank sing…"

Untuk diketahui, Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menjelaskan hasil pemeriksaan terhadap anak Akidi Tio, Heryanty, soal bantuan Rp 2 triliun. Salah satunya adalah saldo rekening tidak sampai Rp 2 triliun.

"Bahwa saldo yang ada di rekening tersebut, saldonya tidak cukup," kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi di Palembang, Selasa (3/8/2021).

Dia mengatakan hal itu diketahui dari pemeriksaan polisi ke pihak bank. Namun dia tak menjelaskan detail rekening tersebut atas nama siapa.

"Itu hasil dari koordinasi dengan pihak bank," ucapnya.

"Terkait pemilik rekening, saldonya, data dari nasabah ini merupakan rahasia bank," sambung Supriadi.

Dia belum menjelaskan status hukum Heryanty. Pemeriksaan lanjutan bakal dilakukan.

Bantuan Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio ini menjadi polemik. Polisi pun mengundang Heryanty untuk dimintai keterangan.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati