3
Netral English Netral Mandarin
09:16 wib
Ketua Majelis Tinggi Partai Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku merasa bersalah karena pernah memercayai dan memberikan jabatan kepada Moeldoko ketika masih menjadi presiden. Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengucapkan terima kasih setelah terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dalam kongres luar biasa (KLB) kubu kontra-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Ada yang Mau Obok-Obok Demokrat, Jansen Siap Pasang Badan untuk SBY dan AHY

Kamis, 04-Februari-2021 18:12

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen)  Partai Demokrat (PD) Jansen Sitindaon.
Foto : Istimewa
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen)  Partai Demokrat (PD) Jansen Sitindaon.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen)  Partai Demokrat (PD) Jansen Sitindaon menyatakan, hanya garis kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mampu mensolidkan Partai Demokrat.

Hal tersebut disampaikan Jansen di tengah hangatnya isu soal adanya upaya sejumlah pihak yang ingin mengkudeta kepemimpinan Ketum PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Dalam kepemimpinan Demokrat mazhab saya garis SBY. Hanya garis ini yang mampu solidkan partai. Karena ngapain kita habiskan usia di partai yang tak solid," tulis Jansen di akun Twitternya, Rabu (3/2/2021).

Menurutnya, tampuk kepemimpinan Partai Demokrat pernah diberikan kepada orang lain, namun yang terjadi justru partai berlambang bintang mercy itu menjadi rusak.

"Partai ini sudah pernah terbuka memberi kepemimpinan ke orang lain, yang ada partai rusak. Bahkan beban dan capnya terasa sampai sekarang," cuit @jansen_jsp.

Kini, kata Jansen, Partai Demokrat telah kembali solid setelah kembali dipimpin SBY dan dilanjutkan oleh AHY.

Karenanya, Jansen menegaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam jika ada yang ingin "mengobok-obok" Partai Demokrat, apalagi itu dilakukan oleh generasi senior yang sudah puas menikmati.

"Jika sekarang ini ada yang ingin aduk-aduk Demokrat, bukan pak SBY atau AHY, kami kader-kader ini yang pertama menolak," tegas Jansen.

"Rumah sudah kembali solid, nyaman ditinggali malah diobok-obok. Apalagi oleh generasi senior yang sudah puas menikmati. Tiap orang ada masanya. Jangan rusak masa depan kami generasi berikutnya," ungkapnya. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli