3
Netral English Netral Mandarin
17:23 wib
Partai Demokrat memecat sejumlah kader yang dianggap terlibat dan mendukung gerakan pengambilalihan kepemimpinan partai atau kudeta. Pertumbuhan jumlah orang kaya raya atau crazy rich di Indonesia diproyeksi bakal melampaui China seiring dengan proses distribusi vaksin Covid-19 dilakukan.
Sebanyak 81 dari 4.511 Nakes di Kudus Alami Gejala Ini Usai Divaksin, Alhamdulillah Bisa Diatasi

Senin, 08-Februari-2021 17:00

Penyuntikan vaksin COVID-19 kepada tenaga kesehatan.
Foto : Kemenkes
Penyuntikan vaksin COVID-19 kepada tenaga kesehatan.
0

KUDUS, NETRALNEWS.COM - Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mencatat tenaga kesehatan yang mengalami gejala usai disuntik vaksin COVID-19 tahap pertama mencapai 81 orang, yakni kategori gejala ringan dari total 4.511 tenaga kesehatan yang menjalani vaksinasi, kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Andini Aridewi.

"Gejala yang terjadi usai menjalani vaksinasi berupa pusing, lemas, gliyer, mual serta ada yang mengalami gatal. Semuanya sudah bisa langsung teratasi," ujarnya usai pelaksanaan vaksinasi tahap kedua di RSUD Loekmono Hadi Kudus, Senin (8/2/2021).

Ia mengungkapkan penanganan dilakukan di dokter penanggung jawab di masing-masing fasilitas kesehatan. Selain itu, ada kelompok kerja Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) meliputi dokter umum, spesialis penyakit dalam, anastesi, maupun spesialis paru.

Jika ada keluhan, kata dia, bisa berkonsultasi tentang penanganan KIPI tersebut. Mereka juga selalu berkoordinasi dan pembaruan data.

Sementara vaksinasi tahap kedua ini, terdapat 4.511 tenaga kesehatan dari sasaran sebanyak 5.521 orang. Sedangkan yang datang dan diinjeksi sebanyak 4.511 orang.

Dari jumlah sebanyak 4.511 nakes tersebut, akan vaksinasi untuk booster, sedangkan yang tertunda 400 orang akan dijadwalkan kembali. Nakes yang tertunda akan dilakukan screening ulang apakah bisa dilakukan langsung atau observasi terlebih dahulu.

"Prinsip yang pertama kali dilakukan wajib vaksinasi setelah 14 hari kemudian, mengikuti jadwal vaksinasi pertama," ujarnya, seperti dilansir Antara.

Adapun jumlah nakes yang batal mengikuti vaksinasi karena memiliki penyakit bawaan maupun sedang hamil atau menyusui tercatat ada 530-an orang.

Pelaksana tugas Bupati Kudus Hartopo menambahkan proses vaksinasi tahap kedua sebagai penguatan vaksinasi tahap pertama. Ketika terpapar virus corona setidaknya tidak memunculkan gejala parah dan tidak mudah menular kepada orang lain.

Plt Bupati Kudus bersama unsur pimpinan daerah juga menjalani vaksinasi tahap pertama pada tanggal 25 Januari 2021

Reporter : Irawan HP
Editor : Irawan HP