3
Netral English Netral Mandarin
10:27 wib
Partai Demokrat memecat sejumlah kader yang dianggap terlibat dan mendukung gerakan pengambilalihan kepemimpinan partai atau kudeta. Pertumbuhan jumlah orang kaya raya atau crazy rich di Indonesia diproyeksi bakal melampaui China seiring dengan proses distribusi vaksin Covid-19 dilakukan.
Heboh Korupsi BPJS Ketenagakerjaan, Ade Armando: Luar Biasa Biadab!

Kamis, 21-January-2021 08:46

Ade
Foto : Ade Armando Sebut BPJS Ketenagakerjaan Luar Biasa
Ade
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kejaksaan Agung (Kejagung) sedang mengusut kasus dugaan korupsi dana pengelolaan keuangan dan dana investasi yang dikelola PT Badan Pengelolaan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Geram dengan kasus tersebut, dosen UI Ade Armando mencuit keras di akun Twitternya, Rabu malam (20/1/21). Ia menyebut BPJS Ketenagakerjaan luar biasa biadab. Alasannya, jika benar BPJS telah menjadi maling.

"Kalau benar, ya luar biasa biadablah mereka ini. Uang pekerja dimaling untuk foya-foya," kata Ade.

Sementara sebelumnya diberitakan, Tim Jaksa Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) mulai melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait sebagai saksi dalam kasus ini.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, menyatakan berdasarkan jadwal yang tertera, akan dilakukan pemeriksaan terhadap 10 orang saksi pada Selasa (19/1/2021) dan 10 saksi lainnya diperiksa hari Rabu (20/1/2021).

"Adapun 20 orang saksi merupakan pejabat dan karyawan Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan Jakarta," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/1/2021).

Kejagung mulai memeriksa saksi-saksi berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Nomor: Print-02/F.2/Fd.2/01/2021.

Sebelumnya, jelas dia, Tim Jaksa Penyidik pun telah melakukan penggeledahan di Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan di kawasan Jakarta Selatan dan menyita data serta dokumen, Senin (18/1/2021).

Sekadar informasi, sebelumnya diketahui jika Penyidik Kejaksaan Agung sedang menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi di BPJS Ketenagakerjaan, dengan nilai investasi mencapai Rp 43 triliun.

"BPJS saat ini masih kita lihat karena transaksinya banyak seperti Jiwasraya. Nilainya sampai Rp 43 triliun sekian di reksadana dan saham," kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jam Pidsus) Kejagung, Febri Ardiansyah, Selasa (29/12/2020).

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto