3
Netral English Netral Mandarin
18:47 wib
Menko Polhukam Mahfud MD membantah tudingan yang menyebut pemerintah melindungi jalannya Kongres Luar Biasa ( KLB) kubu kontra-Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan agar warga Jakarta untuk mewaspadai potensi hujan disertai kilat dan petir hari ini, Senin (8/3).
Ade Armando Sentil Tengku Zul Gara-gara Sebut Kartu Tol Sebagai Alat Tukar 

Minggu, 07-Februari-2021 00:20

Dosen Universitas Indonesia Ade Armando (kiri) dan Tengku Zulkarnain.
Foto : Istimewa
Dosen Universitas Indonesia Ade Armando (kiri) dan Tengku Zulkarnain.
1

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando menyentil mantan Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain yang menyamakan kartu tol dengan dinar dan dirham sebagai alat tukar. 

Melalui akun Twitternya, Ade memberikan pencerahan ke Tengku Zulkarnain bahwa kartu tol itu bukan alat tukar. 

"Tengku Zulkarnain yang budiman, kartu tol itu bukan alat tukar. Di dalam kartu tol ada uang digital dalam jumlah tertentu. Uang itulah yang kita gunakan sebagai alat tukar," tulis @adearmando1, Sabtu (6/2/2021). 

"Tengku belum pernah gunakan kartu tol sebelumnya?" sentil Ade. 

Sebelumnya, Tengku Zulkarnain menyoroti kasus penggunaan dinar dan dirham sebagai alat transaksi jual beli di Pasar Muamalah Depok, Jawa Barat. 

Tengku bertanya ke Bank Indonesia kalau dinar dan dirham bukan termasuk alat tukar, mengapa ketentuan itu tidak diterapkan pada kartu-kartu lain, seperti kartu tol dan kartu parkir. Padahal, menurut Tengku, kartu tol dan kartu parkir juga bukan alat tukar yang sah. 

“Kepada yth @bank_indonesia jika dinar dan dirham bukan alat tukar, apakah kartu tol, kartu parkir dll itu alat tukar? Kan juga bukan alat tukar yang sah,” tulis Tengku di akun Twitternya, Rabu (3/2/2021).

“Dalam prinsip Muamalat jual beli sah dengan sistem barter, tukar barang, atau tukar dengan emas perak yang dilakukan. Beri jalan keluar…,” cuit @ustadtengkuzul.

Seperti diberitakan, penyidik Bareskrim Polri menangkap pendiri Pasar Muamalah Depok, Zaim Saidi pada Selasa (2/2/2021), lantaran diduga melakukan transaksi jual beli menggunakan mata uang selain rupiah di Pasar Muamalah.

Dalam penangkapan itu, polisi menyita sejumlah koin dinar dan dirham yang digunakan sebagai alat transaksi di tempat tersebut. Kemudian meja untuk lapak pedagang, kursi untuk pedagang, barang dagangan berupa buku dan video mengenai transaksi di Pasar Muamalah yang beredar di media sosial.

Penangkapan ini berawal dari informasi yang diterima penyidik pada Kamis (28/1/2021) lalu, di mana beredar video viral penggunaan dinar emas dan dirham perak yang dipakai untuk transaksi di lapak di Pasar Muamalah. 

Atas perbuatannya, Zaim Saidi terancam dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 9 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman 15 tahun penjara. Kemudian Pasal 33 UU Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang dengan ancaman pidana penjara satu tahun dan denda Rp 200 juta.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati