Netral English Netral Mandarin
02:15wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Ade: Prank Rp2 T Tak Merugikan, Bandingkan dengan Prank 'Wajib Pilih Gubernur Seiman' yang Hancurkan Bangsa

Selasa, 03-Agustus-2021 12:05

Ade Armando
Foto : Kolase Netralnews
Ade Armando
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando menyindir pihak yang ia sebut sebagai kelompok yang menyerukan “wajib memilih gubernur seiman.” 

Ade Armando membandingkan kasus “prank” terkait bantuan Rp2 Triliun yang dikabarkan dari keluarga Akidi Tio. 

“Prank Rp2 T sih tidak merugikan siapa-siapa. Bandingkan dengan prank 'wajib memilih gubernur seiman' yang menghancurkan bangsa,” kata Ade Armando, Selasa 3 Agustus 2021.

Untuk diketahui, Ditreskrimum Polda Sumsel sebelumnya menangkap anak bungsung Akidi Tio, Heriyanti, Senin (2/8/2021).

Penangkapan itu berkaitan dengan sumbangan dana Rp 2 triliun untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan.

Dari informasi yang beredar, bantuan itu disebut palsu. Heriyanti digiring masuk ke ruang Ditreskrimum Polda Sumsel dengan pengawalan sejumlah petugas.

Menggunakan batik biru dengan celana panjang hitam, Heriyanti berusaha menghindari awak media dengan terus berjalan cepat seraya menutupi wajahnya menggunakan tangan.

"Kami bawa ke mapolda untuk dimintakan keterangan," kata Direktur Intelkam Polda Sumsel Komisaris Besar Ratno Kuncoro dilansir Suara.com.

Tidak hanya Heriyanti, polisi juga menjemput Prof Dr Hadi Darmawan sebagai Dokter keluarga Akidi Tio.

Sementara itu Dir Ditreskrimum Polda Sumsel, Hisar Siallagan saat dikonfirmasi enggan memberikan komentar terkait penjemputan Heriyanti.

Termasuk status Heriyanti saat ini belum juga ada keterangan terkait hal tersebut.

"Nanti saja ya," ujarnya.

Sebelumnya, banyak pihaknya yang mempertanyakan sumbangan itu. Termasuk mantan Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaludin. Ia mulanya mempertanyakan asal uang tersebut, lalu mempertanyakan logika pejabat negara.

Berangkat dari pertanyaan sederhana, yakni siapa Akidi Tio, termasuk bidang usahanya. Setelah itu, dari mana uang sumbangan Akidi Tio tersebut.

Selain itu, apakah lembaga perpajakan pernah memungut pajak dari harta Akidi Tio? Hamid mengatakan, Akidi Tio tidak memiliki jejak jelas di bidang usaha.

"Jadi, guna mewujudkan halusinasi itu, maka sebaiknya meminjam tangan negara melalui pejabat dengan seribu janji. Namanya usaha,” tulisnya lagi Suara.com.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Wahyu Praditya P