3
Netral English Netral Mandarin
11:47 wib
Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan korupsi Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah dalam sejumlah proyek infrastruktur lainnya di Sulsel. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan program vaksinasi mandiri atau gotong royong tidak ditujukan untuk komersil.
Ade: Yang Menentukan Bukan Apa yang Dikatakan tapi Apa yang Dilakukan, Bukan Begitu Pak Anies?

Senin, 22-Februari-2021 12:20

Ade Armando
Foto : Twitter/Ade Armando
Ade Armando
2

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ade Armando kembali menilai kinerja Anies Baswedan dalam menangani bencana banjir yang melanda DKI Jakarta beberapa terakhir. Menurut Ade, yang menentukan bukan kata-kata tetapi adalah tindakan nyata.

"Pada akhirnya yang menentukan bukan apa yang dikatakan, tapi apa yang dilakukan. Bukan begitu, Pak Anies?" katanya Senin (22/2/21).

Lain lagi dengan pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria. Reza  berpendapat bahwa penanganan banjir di periode Anies lebih baik daripada gubernur sebelumnya.

Wakil Gubernur DKI ini mengklaim hal ini melihat sisi titik pengungsian dan korban jiwa angkanya lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Ahmad Riza menyebutkan bahwa pada tahun 2013, periode kepemimpinan Jokowi, sekitar ribuan warga yang harus mengungsi akibat bencana banjir.

Di periode Jokowi pun ia mengatakan terdapat lebih dari seribu titik pengungsian.

“Tahun 2013 umpamanya, titik pengungsian ada 1.115,” ujar Ahmad Riza pada Jum’at, 19 Februari 2021.

Kondisi banjir di tahun 2015 lebih baik dibandingkan tahun 2013. Seperti yang diketahui pada tahun 2015, Ahok sebgaai Gubernur menangani banjir dan mengurangi titik pengungsian hingga sisas 337 titik pengungsian.

Kemudian, semasa kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan, banjir bisa tertangani dengan baik.

Pada banjir di tahun 2018, warga Jakarta tak harus mengungsi, sedangkan pada tahun 2019 dan 2020 ada titik pengungsian namun jumlahnya tak sebanyak periode sebelumnya.

“Banjir 2019 ada 13 titik pengungsian dan 2020 ada 70 titik pengungsian. Sementara 2021 sedang kami rekap, sementara ini baru 1-2 titik pengungsian,” jelasnya.

Tak hanya itu, melihat dari sisi jumlah korban yang meninggal dunia, angka kematian akibat banjir di periode Anies lebih kecil dibandingkan yang lain.

“Korban jiwa sebelumnya tahun 2013 ada 38, tapi sampai hari ini terus menurun. 2018 ada 1 jiwa, 2019 2 jiwa, dan 2020 juga dua jiwa,” tuturnya.

Ahmad Riza pun menganggap perihal banjir tersebut mengalami penurunan yang signifikan.

“Kalau melihat data dari tahun-tahun sebelumnya terjadi penurunan signifikan,” tambahnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto