Netral English Netral Mandarin
04:45wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Adu Mulut dengan Polisi, Anggota DPRD PSI Ditegur PSI, Denny: Gitu dong, Gak Perlu Ditutupi dan Ngeles

Kamis, 12-Agustus-2021 15:50

Denny Siregar
Foto : Kolase Netralnews
Denny Siregar
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Anggota DPRD DKI Fraksi PSI Viani Limardi adu mulut lantaran kena ganjil genap di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. PSI DKI menegur keras wakil rakyatnya itu.

"Kami sudah menegur keras anggota kami Sis Viani, sekaligus memastikan bahwa ini tidak akan terulang kembali," ujar Ketua DPW PSI DKI Jakarta Michael Victor Sianipar, dalam keterangannya, Kamis (12/8/2021).

Denny Siregar mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh PSI.

“Nah gitu dong. Kalau ada anggota yg salah, tegur keras dan minta maaf ke publik. Gak perlu ditutup2i dan ngeles kemana2,” kata Denny Siregar, Kamis 12 Agustus 2021.

“@psi_id sbg partai sdh memberi contoh yg baik kpd pemilihnya..,” imbuhnya.

Lebih jauh sebelumnya diberitakan, PSI DKI meminta maaf atas insiden tersebut. Michael juga mengapresiasi petugas kepolisian yang bertugas menegakkan aturan selama penerapan PPKM.

"Petugas di lapangan sudah bekerja keras menegakkan aturan yang ditetapkan pemerintah. Kami berterima kasih kepada kerja para petugas di lapangan," tambah Michael.

Michael menyebut perbedaan pendapat soal aturan seharusnya disampaikan dan diupayakan dalam forum pengambilan kebijakan. Dia menilai anggota legislatif Fraksi PSI harus siap diawasi, termasuk mendapat teguran atau sanksi dari partai.

"Ini sudah menjadi konsekuensi, sedari awal Fraksi PSI memastikan setiap anggotanya harus siap bekerja dan siap diawasi. Ada nilai-nilai dan etika publik yang harus kita jaga. Menjadi pejabat negara bukan otomatis lepas dari kesalahan," tambahnya dinukil detik.com.

Sebelumnya, mobil Viani yang melaju dari arah Ragunan dihentikan saat hendak mengarah ke Jalan Gatot Subroto terjaring penjagaan ganjil genap. Mobil Viani berpelat ganjil dan diminta petugas dinas perhubungan (dishub) untuk putar balik.

Viani pun memberi tahu ke petugas dinas perhubungan bahwa dirinya anggota DPRD DKI dan hendak bertugas. Petugas dishub kemudian memperbolehkan melintas.

Namun, baru 10 meter melaju, Viani kembali terkena sekat ganjil genap petugas polisi. Adu mulut pun terjadi.

"Selama ini mobil saya boleh lho," tegas Viani, di lokasi, Kamis (12/8/2021).

"Tidak boleh karena ganjil genap, kalau sekarang pakai surat tugas boleh, sekarang sudah tidak berlaku," jawab polisi.

Baca juga:Polisi Belum Berlakukan Sanksi Tilang Bagi Pelanggar Ganjil GenapViani kemudian bertanya balik pada polisi yang berjaga.

"Oke saya sekarang tanya bapak, saya kalau mau ke Penjaringan sekarang lewat mana?" tanya Viani.

"Masuk tol, kalau lewat sini tidak boleh, kecuali kalau besok," sahut polisi.

"Sekarang lewat mana?" tanya Viani lagi dengan nada meninggi.

"Lewat Rasuna Said lurus," ucap polisi.

"Di situ tidak dijaga lagi?" kata Viani yang kembali bertanya.

"Yang tidak boleh Sudirman-Thmrin, Gatot Subroto," papar polisi.

Viani pun akan memprotes kebijakan selama PPKM yang terus berganti. Menurutnya dirinya turut andil dalam peraturan ini.

"Oke nanti saya akan protes ini, saya yang bikin aturannya," tutur Viani.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati