Netral English Netral Mandarin
23:50wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Afghanistan Memanas, Australia Berupaya Keluarkan Warganya

Senin, 16-Agustus-2021 16:15

Tentara Taliban berhasil menguasai Afghanistan.
Foto : Times of Israel
Tentara Taliban berhasil menguasai Afghanistan.
14

MELBOURNE, NETRALNEWS.COM - Australia berupaya mengeluarkan lebih dari 130 warganya dan orang-orang yang telah diberikan visa kemanusiaan untuk keluar dari Afghanistan setelah kelompok Taliban menguasai negara itu, kata Perdana Menteri Scott Morrison, Senin (16/8/2021)

Australia adalah salah satu dari beberapa negara yang baru-baru ini menarik pasukannya dari Afghanistan setelah mendukung tindakan Amerika Serikat di sana untuk melawan Taliban selama dua dekade terakhir setelah serangan al Qaeda di AS.

"Sebagai mitra yang berkomitmen selama bertahun-tahun untuk membantu Afghanistan membangun masa depannya, kami sangat prihatin dengan potensi hilangnya nyawa dan penderitaan lebih lanjut," kata Morrison dalam sebuah pernyataan.

Dia menyerukan kepada Taliban untuk menghentikan semua kekerasan terhadap warga sipil, memperlakukan pejabat pemerintah dan pemimpin terpilih Afghanistan dengan bermartabat, serta memungkinkan orang-orang untuk meninggalkan negara itu "tanpa ancaman atau halangan".

"Taliban akan dimintai pertanggungjawaban penuh atas pembunuhan atau perlakuan buruk lainnya terhadap militer Afghanistan dan pasukan keamanan lainnya yang telah menyerah atau ditangkap," kata Morrison. Morrison menyampaikan hal itu dalam pernyataan bersama dengan menteri pertahanan dan luar negeri Australia.

Departemen pertahanan Australia mengatakan akan mengirim lebih dari 250 personel untuk mendukung upaya mengevakuasi warga Australia dan para pemegang visa dari Afghanistan.

"Situasi di Afghanistan tetap sangat tidak stabil dan berbahaya," kata departemen pertahanan Australia dalam sebuah pernyataan.

 

Reporter : Widita Fembrian
Editor : Widita Fembrian