3
Netral English Netral Mandarin
02:29 wib
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) beserta keluarga dan stafnya diketahui menerima suntik vaksin virus corona (Covid-19) secara gratis. Pakar menyebut Virtual Police atau Polisi Virtual yang diluncurkan Bareskrim Polri membuat masyarakat takut untuk mengeluarkan pendapat di media sosial.
Agar NKRI dan Warga Tak Terbelah gegara Gorila Rasis, HNW Tuntut Polisi Lakukan Ini

Senin, 25-January-2021 15:21

Agar NKRI dan Warga Tak Terbelah gegara Kisruh Gorila Rasis, HNW Tuntut Polisi Lakukan Ini
Foto : Liputan6.com
Agar NKRI dan Warga Tak Terbelah gegara Kisruh Gorila Rasis, HNW Tuntut Polisi Lakukan Ini
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kasus berbau rasisme terhadap Natalius Pigai membuat sejumlah tokoh gerah. Politikus senior PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW) ikut angkat bicara. Ia menuntut pelaku rasis ditindak oleh kepolisian secara tegas.

"Sangat ditolak tindakan & ujaran2 rasisme yg dilakukan olh bbrp pihak & ditujukan kpd Natalius Pigai," ujar HNW, Senin (25/1/21).

"Rasisme spt itu jelas tak sesuai dg Pancasila, UUDNRI 1945 juga melanggar HAM. Harusnya Kepolisian ambil tindakan segera & tegas. Unt jaga Pancasila, NKRI & agar warga tak makin terbelah," tegasnya.

Sementara sebelumnya diberitakan, Ambroncius Nababan, yang diduga merupakan relawan pendukung Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, dikritik atas ujaran rasisme terhadap mantan komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) asal Papua, Natalius Pigai. Ujaran rasisme itu termuat dalam unggahan akun Facebook yang diduga milik Ambroncius.

Dalam tangkapan layar yang beredar di media sosial, diduga Ambroncius mengunggah foto Natalius Pigai dan menyandingkannya dengan foto gorila. Di unggahan lainnya, dia mengomentari pemberitaan yang berisi pernyataan Natalius bahwa rakyat berhak menolak vaksinasi Covid-19.

"Mohon maaf yg sebesar-besar nya. Vaksin sinovac itu dibuat utk MANUSIA bukan utk GORILLA apalagi KADAL GURUN. Karena menurut UU Gorilla dan kadal gurun tidak perlu di vaksin. Faham?" begitu teks yang tertulis dalam unggahan tertanggal 12 Januari itu.

Warganet pun ramai mengkritik dugaan tindakan rasisme tersebut. Ada pula yang mengunggah gambar Ambroncius berfoto dengan Presiden Jokowi mengenakan kemeja kotak-kotak merah.

Di header akun Facebook yang diduga miliknya, Ambroncius memajang foto bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir. Dalam foto bersama Erick, ia memakai kemeja beremblem "Projo Relawan Pro Jokowi-Ma'ruf Amin".

Seperti dilansir Tempo.co, pada Pemilu 2014, Ambroncius menjadi calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Hanura. Pria kelahiran Taruntung, 5 Juli 1957 ini maju dari daerah pemilihan Bali. Pada Pemilu 2019, ia kembali maju tetapi dari dapil Papua.

Ketua Umum Pemuda Batak Bersatu, Lambok Fernando Sihombing, menyatakan mengutuk keras pernyataan yang diduga dari akun Ambroncius tersebut. Lambok mengatakan isi unggahan itu merupakan sikap pribadi Ambroncius.

"Kami juga meminta kepada Ambroncius Nababan untuk segera melakukan permohonan maaf secara terbuka karena statement Saudara tersebut bisa mencederai kerukunan orang Batak dan Papua," kata Lambok melalui video yang ditautkan di akun Facebook Pemuda Batak Bersatu, Senin, 25 Januari 2021.

Meski begitu, Lambok mengatakan ia tak tahu apakah akun tersebut benar milik Ambroncius atau sedang diretas. Dia pun meminta Ambroncius segera mengklarifikasi hal ini.

"Kami juga meminta kepada pihak Kepolisian untuk segera mencari tahu kondisi status dari Facebook tersebut," kata dia.

Lambok pun menyampaikan permintaan maafnya mewakili orang Batak kepada masyarakat Papua. Ia meminta masyarakat Papua tak terprovokasi dan tersulut emosi dengan unggahan-unggahan di media sosial yang berpotensi memecah belah.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md lewat akun Twitternya mencuit, "Kalau Anda tak suka dengan statement atau tudingan seseorang yang Anda anggap ngaco, tak usahlah menghinanya dengan cacian atau gambar hewan. Diamkan saja," tulis Mahfud pada 24 Januari 2021.

Mahfud menyinggung ungkapan "tarkul jawaab alal jaahil jawaabun" yang menurut dia berarti "tidak menjawab statement atau tudingan orang dungu adalah jawaban terhadap orang dungu tersebut." Meski tak menyebutkan konteks yang ia maksud, sejumlah warganet mengaitkan cuitan itu dengan ujaran rasisme oleh Ambroncius Nababan terhadap Natalius Pigai.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto