Netral English Netral Mandarin
13:13wib
Publik dihebohkan dengan ucapan selamat hari raya dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kepada umat Baha'i. Video itu jadi sorotan karena Baha'i bukan salah satu dari enam agama yang diakui negara. Menaker Ida Fauziyah menyatakan karyawan dengan gaji di atas Rp 3,5 juta tetap bisa mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 1 juta.
Ahok Malah Tantang Buka-bukaan Tagihan Kartu Kredit, Netizen: Wah, Bakalan Banyak Musuh nich Mas Ahok

Jumat, 18-Juni-2021 18:30

Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok
Foto : Antara Foto
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Basuki Tjahja Purnama atau Ahok kembali menyita perhatian publik gegara pernyataannya tentang kartu kredit pejabat Pertamina yang mencapi limit Rp30 Miliar.

Gegara menjadi polemik, Ahok bahkan menantang buka-bukaan tentang jumlah tagihan dari kartu-kartu kredit tersebut. 

Di akun FB Mak Lambe Turah, Jumat 18 Juni 2021, banyak netizen mendukung Ahok namun ada juga yang meramal bahwa Ahok akan kembali menghadapi banyak musuh dengan apa yang telah dilakukannya.

MLT: “Berani gakkk???”

Yanti Aryani: “Nahloh...”

Bagoes: “Benar2 JANTAN....!!! Wah, Bakalan Bnyk Musuh nich Mas AHOK...”

Tini Jayadi: “Mmg sulit utk mjd org jujuuuuur.....angel....angel banget ...!!”

Tata Yunus: “Ga mungkin lah level komisaris cuma 50-100jt. Aku ajah yg dulu karyawan biasa juga dapat segitu. Padahal gaji cuma umr.”

Untuk diketahui, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meminta agar pihak bank buka-bukaan limit kartu kredit perusahaan yang diterimanya. 

Ini terkait pemberitaan mengenai limit kartu kredit Komisaris Pertamina, di mana ia mengaku mendapatkan fasilitas hingga Rp 30 miliar.

"Minta buka aja tagihan dan pemakaian kartunya di bank mandiri," ujarnya seperti dilansir CNBC Indonesia,  Jumat (18/6/2021).    

Hal ini juga menanggapi bantahan Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga yang mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan ke pihak Pertamina. Limit kartu kredit yang disediakan, kata Arya, hanya berkisar Rp 50 juta-Rp 100 juta per orang.

Sebelumnya, limit yang fantastis ini mendasari Ahok membuat kebijakan penghapusan fasilitas kartu kredit korporat dari level manajer, hingga direksi dan komisaris di Pertamina.

"Iya, Komisaris Utama dengan limit Rp 30 miliar," kata Ahok.

Ahok mengatakan, pencabutan fasilitas kartu kredit korporat ini bertujuan untuk memudahkan perseroan dalam melakukan kontrol dan juga mencegah pemanfaatan yang tidak ada urusannya dengan perusahaan.

Ya benar (fasilitas kartu kredit dicabut). Untuk permudah kontrol dan pencegah pemanfaatan yang tidak ada urusannya dengan perusahaan," tegasnya.   

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli