3
Netral English Netral Mandarin
00:30 wib
Tercatat sebanyak 21,5 juta orang lansia akan mengikuti program vaksinasi Covid-19. Ada dua mekanisme vaksinasi Covid-19 pada lansia. BMKG memperingatkan sejumlah daerah di Jawa Barat yang berpotensi banjir atau banjir bandang dengan status siaga dan waspada mulai 24-25 Februari 2021.
Ahok Tanggapi Isu Gibran Maju Pilgub DKI, Netizen: Mereka kok Takut Banget Gibran Nyalon

Minggu, 14-Februari-2021 10:23

Ahok Tanggapi jika Gibran Maju Pilgub DKI Jakarta
Foto : Merdeka.com
Ahok Tanggapi jika Gibran Maju Pilgub DKI Jakarta
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Partai Demokrat (PD) menduga Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin mempersiapkan putranya, Gibran Rakabuming Raka, untuk Pilgub DKI Jakarta 2024 melalui pembatalan revisi UU Pemilu.

Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok ikut berkomentar soal isu majunya Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka di Pilgub DKI Jakarta 2024. Menurut Ahok, Gibran punya kapasitas memimpin Ibu Kota.

"Mau melayani," kata Ahok saat dihubungi lewat WhatsApp, Sabtu (13/2/2021). Ahok menjawab pertanyaan 'apakah menurut Anda Gibran cukup mumpuni untuk maju di pilkada DKI 2024?'

"Nanti lihat (Gibran) sebagai Wali Kota Solo. Akan terbukti," sambungnya.

Pernyataan Ahok menjadi sorotan warganet. Di akun FB Mak Lambe Turah, Sabtu malam (13/2/21), banyak netizen berkomentar.

MLT: "Kalo menurut Mak sih suka2 aja kl mas Gibran mau nyalon kek mau enggak kek. Entar yang milih kite2 juga iya gak pa Ahok. Yang gak milih gausah ribut deh wkwkwkk."

Kang Bahar: "Mas Gibran jangan dulu untuk keJakarta, FISI MISI DULU UNTUK SOLO DIBUKTIKAN DULU MAS?"

Aries Fadilah: "Apa iya laku emang di Jakarta."

Iplux: "Jangan dulu lah,masih trlalu dini,klo bs ahok aja dlu karna ahok yg sudah tw seluk beluk DKI."

Marlina Leni: "Mereka kok takut banget gibran nyalon."

Sementara itu, Pakar politik Universitas Paramadina Hendri Satrio sebelumnya berpendapat, jika Anies tidak maju di pentas pilpres dan berhadapan dengan Gibran di Pilkada DKI 2024, pertarungan diprediksi bakal ketat. Namun, saat ditanya soal ini, eks Gubernur DKI Jakarta ini enggan menanggapi.

Isu ini awalnya diembuskan Partai Demokrat (PD). PD menduga Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin mempersiapkan putranya, Gibran Rakabuming Raka untuk Pilgub DKI Jakarta 2024 melalui pembatalan revisi UU Pemilu.

"Apakah ada faktor baru yang membuat pemerintah mengubah kebijakan politik pilkada dengan menundanya ke tahun 2024? Mungkinkah keputusan ini dilatari oleh kemungkinan Presiden Jokowi mempersiapkan keberangkatan Gibran dari Solo ke Jakarta? Karena dirasa terlalu cepat jika Gibran berangkat ke Jakarta tahun 2022. Pertanyaan ini muncul di masyarakat banyak karena terus terang saja saya sendiri pun sulit untuk menemukan penjelasan lain yang lebih masuk akal," kata Wasekjen PD Irwan, Rabu (10/2) kemarin.

Gibran sudah memberi respons atas isu ini. Dia menilai terlalu dini untuk membahas dirinya maju di Pilgub DKI Jakarta 2024, sementara belum ada pembuktian kinerjanya sebagai Wali Kota Solo.

"Kan sudah saya bilang kemarin, wong ini (jadi Wali Kota Solo) saja belum dilantik kok sudah bahas Jakarta," kata Gibran melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Kamis (11/2).

Gibran Rakabuming mengaku masih ingin berfokus pada tugasnya sebagai Wali Kota Solo. Namun, terkait kapan dilantik, Gibran mengatakan belum mengetahui jadwalnya.

"Fokus di Solo dulu saja, belum dilantik kok mikir Jakarta. (Soal pelantikan) Masih menunggu kabar Pak Mendagri," katanya seperti dilansir Detik.com.

 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto