Netral English Netral Mandarin
16:15wib
Amerika Serikat mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke Indonesia karena angka penularan infeksi virus corona (Covid-19) yang dinilai tinggi dan kemungkinan adanya serangan teror. Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di RSD Wisma Atlet mulai mengalami peningkatan pada 3-4 pekan pasca-Lebaran. BOR RS sudah mencapai 75,19 persen.
AHY: Seharusnya Pihak KLB Minta Maaf kepada Presiden Jokowi dan Rakyat Indonesia atas Kegaduhan yang Dilakukan

Senin, 05-April-2021 06:47

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK)
Foto : Twitter
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK)
15

SEMARANG, NETRALNEWS.COM - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai pihak-pihak yang telah menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang seharusnya meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan rakyat Indonesia atas kegaduhan yang telah dilakukan. 

"Mereka yang di sana yang seharusnya minta maaf karena sudah membuat gaduh, karena sudah mempertontonkan politik yang tidak berkeadaban," kata AHY saat konsolidasi dengan pengurus Partai Demokrat se-Jawa Tengah di Kabupaten Semarang, Minggu (4/4/2021). 

Menurut dia, Partai Demokrat sudah menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah yang menolak pengesahan kepengurusan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang.Ia menilai negara sudah menegakkan hukum dengan seadil-adilnya. 

Selain itu, lanjut dia, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan dirinya tidak pernah menuduh pimpinan negara ini berkaitan dengan konflik yang terjadi di dalam partai tersebut. 

"Justru sebaliknya, kami difitnah. Justru kami mengirim surat ke presiden karena ingin menjaga nama baik Kepala Negara agar jangan sampai dimanfaatkan," katanya. 

Justru, ia menilai perbuatan yang buruk jika Partai Demokrat diam saja dan tidak meminta klarifikasi. 

"Kami tidak pernah menuding siapa pun. Meminta negara agar adil dan objektif bukan merupakan kejahatan, bukan kesalahan," katanya.

Reporter : Sesmawati
Editor : Sesmawati