Netral English Netral Mandarin
08:28wib
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memastikan keamanan ibu kota negara (IKN) baru akan disiapkan semaksimal mungkin. Indonesia kembali mengalami lonjakan kasus Covid-19 pada pertengahan Januari 2022.
Airlangga Targetkan Kerja Sama yang Nyata dalam Presidensi G20 Tahun 2022

Minggu, 28-November-2021 05:18

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto
Foto : Istimewa
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menargetkan hasil kerja sama yang nyata dalam penyelenggaraan Presidensi G20 tahun 2022 agar mampu menyelesaikan situasi unbalance yang terjadi di dunia pasca pandemi Covid-19.

“Pemulihan kesehatan dan ekonomi pascapandemi Covid-19 yang terjadi secara tidak merata merupakan tantangan bagi semua negara. Indonesia akan menjadikan isu ketidakseimbangan dalam pemulihan kesehatan, akses terhadap vaksin, dan pemulihan ekonomi global sebagai isu prioritas,” kata Airlangga dalam keterangannya, dikutip Sabtu (27/11/2021).

KTT G20 tahun 2022, sebut Airlangga, akan fokus dalam pembahasan isu-isu prioritas seperti pemulihan ekonomi dan kesehatan yang inklusif dan transformasi ekonomi berbasis digital, lantaran perbedaan regulasi tiap-tiap negara tentunya akan menghambat pemulihan ekonomi global secara merata.

Selain itu, ungkap Airlangga, Indonesia juga akan mengangkat isu keseimbangan dalam akses teknologi dan dana untuk mempercepat pengembangan energi berkelanjutan.

"Momentum penyelenggaraan G20 tahun 2022 akan dimanfaatkan Indonesia untuk meningkatkan diplomasi ekonomi dengan menyusun comprehensive action plan untuk isu ekonomi dan kesehatan global pascapandemi,” ujarnya.

Dengan demikian, jelas Airlangga, forum G20 harus berfokus pada penguatan kerja sama multilateral untuk memastikan terjadinya keseimbangan dalam pertumbuhan ekonomi di setiap negara.

"Indonesia memandang G20 harus difokuskan pada penguatan multilateralisme dan kemitraan global yang efektif untuk memastikan keseimbangan kepentingan antara negara maju dan berkembang,” ujar Airlangga.

Pembahasan isu dalam Presidensi G20, lanjutnya, akan dibagi ke dalam dua bagian yakni Finance Track yang membahas isu keuangan dan Sherpa Track yang membahas isu non keuangan/sektor riil.

Lebih jauh, Airlangga menyampaikan bahwa untuk mendukung proses forum G20, Indonesia akan mensinergikan kementerian dan lembaga yang bertanggung jawab sebagai focal point untuk masing-masing Working Group dan Engagement Group.

“Finance dan Sherpa Track akan bersinergi untuk memastikan capaian konkret dari topik pokok sesuai arahan presiden. Komponen kelompok sosial dan non pemerintah (Engagement Group) juga akan dilaksanakan secara paralel,” jelas Airlangga.

Presidensi G20 Indonesia akan dihelat secara resmi pada 1 Desember 2021 dan berlangsung hingga 30 Oktober 2022. Kegiatan yang mengusung tema 'Recover Together, Recover Stronger' itu akan diisi 150 pertemuan yang diperkirakan bakal dihadiri oleh 20.988 delegasi dari seluruh negara G20 dan negara undangan.

Airlangga menyebut, banyak keuntungan yang didapatkan Indonesia dengan menjadi menjadi tuan rumah penyelenggaraan G20 2022. Salah satunya adalah kesempatan untuk menentukan agenda pembahasan G20.

“Indonesia sebagai perwakilan dari negara berkembang akan mendorong keseimbangan isu-isu negara maju dan berkembang dalam pembahasan isu strategis KTT G20,” pungkas Airlangga. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli

Berita Terkait

Berita Rekomendasi