3
Netral English Netral Mandarin
20:31 wib
Jajaran pengurus dan kader Partai Demokrat se-Sumatera Utara menolak penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) ilegal yang kabarnya digelar di salah satu hotel di Kabupaten Deli Serdang. Presiden Jokowi meminta Kementerian Perdagangan untuk gencar mengkampanyekan slogan cinta produk-produk Indonesia, sekaligus benci produk luar negeri.
Aisha Wedding Definisi Eksploitasi Serta Perdagangan Perempuan dan Anak 

Kamis, 11-Februari-2021 16:00

Wedding Organizer (WO) bernama Aisha Wedding dianggap mempromosikan pernikahan usia anak di sosial media.
Foto : Istimewa
Wedding Organizer (WO) bernama Aisha Wedding dianggap mempromosikan pernikahan usia anak di sosial media.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dian Kartikasari dari International NGO Forum on Indonesian Development angkat bicara terkait Wedding Organizer (WO) bernama Aisha Wedding yang dianggap mempromosikan pernikahan usia anak di sosial media.

Menurut Dian, ada bagian yang juga penting ditegaskan selain perkawinan anak. Kata dia, sebenarnya jasa layanan yang disediakan Aisha Wedding adalah perdagangan anak terselubung. 

Pengamatan Dian pada flyer Aisha Wedding menyebutkan: kalau ada orang tua yang ingin mencarikan jodoh, sebutkan saja keinginannya apa dan akan mencarikan jodohnya.

"Dan jawaban mereka adalah untuk mengatasi situasi mereka sedang miskin, tidak bisa makan. Itu justru jelas menunjukkan apa yang mereka lakukan itu masuk ke dalam definisi perdagangan perempuan dan anak," kata Dian saat konferensi pers virtual, Kamis (11/2/2021).

Pihak Aisha Wedding juga dinilai melakukan bujuk rayu dan rangkaian kebohongan, serta tipu muslihat. WO itu menggunakan posisi rentan dan relasi yang tidak setara untuk menimbulkan eksploitasi. Menurutnya, bila ada perkawinan anak maka akan terjadi eksploitasi baik itu eksploitasi fisik, mental, maupun seksual. 

Belum lagi bila perkawinannya adalah perkawinan siri. Ciri itu sama sekali tidak melindungi perempuan karena perempuan tidak mempunyai alas bukti untuk membuktikan bahwa dia adalah istri. 

Dian bahkan pernah mengusulkan tindakan melakukan perkawinan siri, terhadap orang yang berusia di bawah batas minimal perkawinan yakni 19 tahun, seharusnya dipidana. Apabila tidak, maka akan menjadi celah atau terobosan bagi masyarakat maupun pelaku untuk melakukan bisnisnya dan mendapatkan keuntungan.

Belum lagi situasi Covid-19 diambil sebagai peluang orang-orang yang mencari keuntungan. Aisha Wedding mengambil keuntungan pada situasi yang sangat buruk karena ada pandemic profit, yang memang mengakibatkan kemiskinan. 

"Jadi posisi rentan ini juga harus menjadi perhatian pemerintah, karenanya dalam menyelenggarakan perlindungan sosial pemerintah perlu mengkaji ulang sistem perlindungan sosialnya sehingga anak-anak yang dalam situasi khusus seperti ini terhindar dari praktek perkawinan anak," harap dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli