Netral English Netral Mandarin
07:13wib
Sebanyak 1.296 sekolah menjadi klaster Covid-19 di saat pembelajaran tatap muka (PTM) diduga akibat penularan. Sejumlah sumber di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan bahwa Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin sudah ditetapkan sebagai tersangka
Ajak Warga Manfaatkan PPKM Darurat, Menag Yaqut: Mari Jadikan Rumah-Rumah Kita Sebagai Surga…

Jumat, 09-Juli-2021 19:20

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas
Foto : Kemenag
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta warga untuk sementara beribadah di rumah masing-masing guna meminimalkan risiko penularan virus corona atau COVID-19. 

"Angka harian positif COVID-19 masih terus meningkat. Untuk sementara, mari kurangi mobilitas, bersabar tetap di rumah. Untuk sementara kita laksanakan ibadah di rumah," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers Kementerian Agama (Kemenag) di Jakarta, Jumat (9/7/2021). 

Menteri Agama juga mengajak masyarakat memanfaatkan masa PPKM Darurat untuk meningkatkan ketaatan beribadah.

"Mari jadikan rumah-rumah kita sebagai surga, tempat yang nyaman untuk berbagi rasa sekaligus menjadi media pendidikan jiwa yang efektif untuk generasi yang berkualitas dan berkarakter," katanya.

Menurut Yaqut, rumah ibadah di zona Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat serta zona risiko penularan COVID-19 tinggi (merah) dan sedang (oranye) harus ditutup sementara untuk mencegah terjadinya kerumunan yang bisa meningkatkan risiko penularan virus corona.

"Aktivitas peribadatan masyarakat di Zona PPKM Darurat serta zona merah dan oranye di luar PPKM Darurat tetap dijalankan di rumah masing-masing," kata dia.

Ia meminta warga mematuhi ketentuan-ketentuan pemerintah yang ditujukan untuk menekan penularan COVID-19.

"Mari bekerja dari rumah dan beribadah dari rumah. Membatasi mobilitas keluar rumah menjadi bagian ikhtiar bersama memutus mata rantai penyebaran COVID-19," katanya.

Pemerintah mulai dari 3 sampai 20 Juli 2021 melaksanakan PPKM Darurat di wilayah Jawa dan Bali.

Reporter : Nazaruli
Editor : Irawan HP