3
Netral English Netral Mandarin
20:19 wib
Jajaran pengurus dan kader Partai Demokrat se-Sumatera Utara menolak penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) ilegal yang kabarnya digelar di salah satu hotel di Kabupaten Deli Serdang. Presiden Jokowi meminta Kementerian Perdagangan untuk gencar mengkampanyekan slogan cinta produk-produk Indonesia, sekaligus benci produk luar negeri.
Akhirnya Aisha Weddings Dipolisikan, Netizen: Minta Maaf doang Palingan

Kamis, 11-Februari-2021 09:57

Akhirnya Aisha Weddings Dipolisikan
Foto : Istimewa
Akhirnya Aisha Weddings Dipolisikan
3

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Heboh aksi wedding organizer Aisha Weddings yang mempromosikan anak menikah usia 12 tahun adalah baik ditambah dengan dalil agama akhirnya bakal berlanjut ke aparat kepolisian,

Pasalnya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) langsung bergerak dan menyatakan sudah melaporkan Aisha Weddings ke polisi.

Di akun FB Mak Lambe Turah, banyak netizen menanggapi hal itu.

MLT: "Akhirnya gaissss."

Silvia: "Parah bgt mak,,,12 taun wo....sampe nganjurin nikah siri."

Anggun Sitinjak: "Minta maaf doang palingan."

Ika Kurnia: "Katanya jgn jd beban ortu.. Helloooww anak juga gk mnta dilairkan kalee.. Ya udah jd tgg jwb org tua ngegedein anak.. Bkn mlh mengalihkan tgg jwb sama org lain dgn cara menikahkan dini.."

Iwan Pongky: "Doboollll... Selalu gak jauh dari selangkangan."

Emil Mumpuni: "Ckup Materai 6000 dk ea nt."

KM Andy S: "Otaknya sudah rusak."

RiezZal Rojulun: "Paling bawa2 nabi krn nabi menikahi siti aisyah katanya 9 tahun."

Sebelumnya diberitakan, penyelenggara acara pernikahan atau wedding organizer Aisha Weddings jadi atensi warganet karena aksi kontroversial mereka. Penyelenggara pernikahan ini mempromosikan pernikahan usia dini mulai dari 12 tahun.

Dalam situsnya, Aisha Wedding menjelaskan wanita muslim bisa menikah pada usia 12-21 tahun. "Semua wanita muslim ingin bertaqwa dan taat kepada Allah SWT dan suaminya. Untuk berkenan di mata Allah dan suami, Anda harus menikah pada usia 12-21 tahun dan tidak lebih," tulis Aisha Weddings, Rabu (10/2/2021).

"Jangan tunda pernikahan karena keinginan egoismu, tugasmu sebagai gadis adalah melayani kebutuhan suamimu. Anda harus bergantung pada seorang pria sedini mungkin untuk keluarga yang stabil dan bahagia. Jangan menjadi beban bagi orang tua Anda, temukan pria lebih awal," lanjut situs tersebut.

alam ajakannya, Aisha Weddings juga menyematkan ajaran-ajarana agama Islam yang terkait pernikahan. Mereka pun menganjurkan agar pria dan wanita tidak berpacaran, karena akan membuka pintu perzinaan.

Atas aksi Aisha Weddings tersebut, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) langsung bergerak. Menurut Rita Pranawati, MA, Wakil Ketua KPAI, pihaknya sudah melaporkan Aisha Weddings ke polisi.

"Terkait ini KPAI sudah melaporkan dugaan pelanggaran hak anak. Terutama UUD perlindungan anak, UUD perkawinan dan UUD BTPTO semuanya ada di situ. Karena menyebutkan perkawinan anak usia 12-21 tahun. Dan itu juga melanggar undang-undang," kata Rita saat dihubungi Wolipop, Rabu (10/2/2021).

Ia mengatakan karena pihak KPAI mempedulikan kasus viral Aisha Weddings ini karena menyangkut anak di bawah umur. Oleh karena itulah KPAI membuat laporan ke pihak kepolisian.

"Kita concern dan menegakkan atura perundangan. Maka kemudian kita juga melaporkan ini ke pihak kepolisian. Laporan ini didasarkan tugas dan fungsi KPAI yang dapat melaporkan dugaan pelanggaran hak anak kepada pihak berwajib," tutupnya.

Dalam berbagai unggahannya di Facebook, Aisha Weddings bukan hanya mempromosikan pernikahan dini. Wedding organizer itu juga diketahui kerap mempromosikan poligami dan pernikahan siri. Wedding organizer ini diketahui berada di Kendari, Sulawesi Tenggara. Hal itu terlihat dalam unggahannya menampilkan foto banner Aisha Weddings yang diletakkan di bawah banner dari Satgas COVID-19 Kota Kendari.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto