Netral English Netral Mandarin
12:51 wib
Indonesia menempatkan tiga wakilnya pada babak perempat final Toyota Thailand Open 2021 yang akan berlangsung di Impact Arena, Bangkok, Jumat (22/1). Pemerintah resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama dua pekan mulai 25 Januari hingga 8 Februari 2021.
Aksi 1812 Dibubarkan, Novel: Rezim Otoriter, Pembunuhan Demokrasi, Sejarah Terburuk

Sabtu, 19-December-2020 21:30

Novel Bamukmin, wakil Sekjen PA 212
Foto : telusur.co.id
Novel Bamukmin, wakil Sekjen PA 212
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin mengkritik keras tindakan aparat membubarkan paksa Aksi 1812 di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Jumat (18/12/2020) kemarin.

Menurutnya, pembubaran massa aksi yang menuntut pembebasan Habib Rizieq Shihab (HRS) itu menunjukkan bahwa demokrasi di Indonesia sudah runtuh dan Pemerintahan Presiden Joko Widodo merupakan rezim otoriter.

"Demokrasi sudah runtuh dengan rezim yang otoriter ini melebihi masa-masa kepemimpinan sebelumnya," kata Novel kepada netralnews.com, Sabtu (19/12/2020).



Bahkan, Novel menganggap jika pembubaran Aksi 1812 sebagai pembunuhan demokrasi dan menjadi sejarah terburuk sepanjang kemerdekaan Indonesia.

"Dan ini sejarah paling buruk pembunuhan demokrasi sepanjang Indonesia merdeka, padahal mereka selama ini paling merasa demokrasi," tegas Novel.

Sebelumnya diberitakan, ormas PA 212, FPI dan GNPF Ulama yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Komunis (Anak) NKRI, sedianya menggelar Aksi 1812 di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Jumat (18/12/2020) pukul 13.00 WIB.

Adapun tuntutan yang ingin disuarakan Anak NKRI dalam Aksi 1812, diantaranya usut tuntas kasus tewasnya 6 Laskar FPI, bebaskan Habib Rizieq tanpa syarat, stop kriminalisasi ulama dan stop diskriminasi hukum.

Namun, aksi bertajuk 'Tegakkan Keadilan, Selamatkan NKRI' itu tidak berjalan sesuai rencana. Pasalnya, belum sempat menyampaikan tuntutan, massa aksi sudah dibubarkan aparat gabungan karena dinilai menimbulkan kerumunan di tengah wabah virus corona (Covid-19).

Massa Aksi 1812 yang baru tiba dan berkumpul di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, dipukul mundur aparat ke berbagai arah seperti Pasar Tanah Abang, Stasiun Tanah Abang, dan gang-gang di Jalan Abdul Muis.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan HP