Netral English Netral Mandarin
01:10 wib
Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid berencana melaporkan seorang peramal, Mbak You, terkait ramalan Jokowi lengser dari jabatan presiden pada 2021. Peneliti menyatakan varian baru virus corona SARS-CoV-2 yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan (Afsel) tidak mempengaruhi kerja vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech.
Aksi Keji MIT Memang Terkutuk, HNW: Tapi itu Bukan Konflik Agama

Senin, 30-November-2020 21:20

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW)
Foto : Istimewa
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW)
3

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid (HNW) menampik anggapan bahwa peristiwa pembantaian di Sigi, Sulawesi Tengah, adalah konflik agama. Menurutnya, ini bukanlah konflik agama lantaran korban-korban kebiadaban kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) membunuh orang lintas agama, tidak hanya Kristen saja. 

“Aksi keji MIT di Sigi, SulTeng itu memang terkutuk. Tapi memperhatikan korban2 kebiadaban MIT selama thn 2020,ternyata ada yg beragama Hindu, Islam,Kristen, maka ini bukan konflik Agama/antar Agama.Pemerintah harus hadir efektif;kalahkn teroris, lindungi Rakyat, selamatkan NKRI” tulis HNW di akun Twitternya, Senin (30/11/2020).

Cuitan HNW itu menanggapi siaran pers dari Institut Mosintuwu Poso atas aksi keji MIT di Desa Lembantongoa, Sigi. Dalam keterangan persnya, Institut Mosintuwu juga mengatakan bahwa pembunuhan keji yang dilakukan kelompok MIT berpola acak, tanpa memandang agama atau suku. 



Para netizen juga ikut menyumbangkan pendapatnya dengan mengomentari cuitan HNW seperti berikut ini;
@alfiarnimakhtafMemang bukan konflik agama/antar agama, tapi kebiadaban oknum2 umat beragama atas nama agama.  Sasarannya ke sesama muslim tapi beda paham dn ke umat agama lain.

@AbuShofy6: Mhn pencerahannya Ustadz, biasanya 'teroris' bs diringkus singkat hingga kelubang semut. Tapi ini koq bertahun2 blm tuntas, tetiba muncul?
@AndyBeezee: Eh cocot, jelas itu ngaku mujahidin, mengaku beragama islam.
Dan mereka menganggap yang bukan golongannya semua kafir.
Sama saja itu konflik agama..

Reporter : dimas
Editor : Sesma