Netral English Netral Mandarin
02:56wib
Relawan Sahabat Ganjar kembali melakukan deklarasi mendukung Ganjar Pranowo untuk maju sebagai calon presiden 2024. Penembakan seorang ustad bernama Armand alias Alex di depan rumahnya Jalan Nean Saba, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Tangerang hingga kini masih menjadi misteri.
Aksi Lengserkan JKW Gagal Total, Ade: Korlap Kabur bahkan Dikabarkan Bawa Kabur Dana Aksi, Alhamdulillah

Minggu, 25-Juli-2021 11:56

Ade Armando
Foto : Kolase Netralnews
Ade Armando
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando mencuit gagalnya aksi massa desak Jokowi lengser. 

Ia menyebut aksi tersebut gagal total, bahkan korlapnya kabur dan dikabarkan bawa kabur dananya. 

“Rencana aksi 24 Juli Gagal Total. Yang hadir di  lapangan sedikit banget. Koordinator lapangan kabur, bahkan dikabarkan bawa kabur dana aksi. Alhamdulillah,” kata Ade Armando, Minggu 25 Juli 2021.

Untuk diketahui, sebanyak 3.385 personel gabungan TNI-Polri dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sempat dikerahkan untuk mengantisipasi massa demo penolakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 di Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

Namun, ternyata tak ada kedatangan pedemo hingga Sabtu sore, 24 Juli 2021.

"Tidak ada. Kan kita lihat sendiri Jakarta kondusif hari ini. Enggak ada (demo), aman," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus seperti dinukil Medcom, Sabtu, 24 Juli 2021.

Yusri memastikan tidak ada massa pedemo di sejumlah lokasi yang disebut sebagai titik kumpul. Sedianya, massa akan long march dari Glodok, Jakarta Barat, menuju Istana Merdeka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?HappyInspireConfuseSad"Tidak ada, Jakarta aman kondusif," ujar Yusri.

Sebelumnya, beredar sebuah selebaran di media sosial WhatsApp. Selebaran itu bertuliskan Seruan Aksi Nasional Jokowi End Game. Unjuk rasa itu tertulis akan dilakukan hari ini Sabtu, 24 Juli 2021, dengan cara long march dari Glodok sampai ke Istana Merdeka.

"Mengundang seluruh elemen masyarakat untuk turun ke jalan menolak PPKM dan menghancurkan oligarki Istana beserta jajarannya," demikian ajakan dalam selebaran itu.

Dalam selebaran itu terlihat ada beberapa pihak yang mendukung unjuk rasa tersebut. Seperti Shoppe Food, Gojek, Grab, Aliansi Mahasiswa, dan Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PPKL) Jakarta.

Polisi mengantisipasi aksi itu dengan mengerahkan ribuan personel. Kemudian, menutup sejumlah ruas jalan sekitar Istana Merdeka menggunakan water barrier, beton barrier dan kawat berduri.

Demo di tengah pandemi tidak diperbolehkan. Sebab, dapat menyebarkan covid-19.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati