Netral English Netral Mandarin
11:51wib
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan informasi tentang peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia untuk Minggu 1 Agustus 2021. Seluruh gerai Giant di Indonesia resmi tidak lagi beroperasi di Indonesia mulai hari ini, Minggu (1/8/2021).
Akui Banyak Kekurangan dan Kesalahan, Rizieq: Saya Belum Pantas Disebut Imam Besar

Kamis, 17-Juni-2021 18:15

Terdakwa kasus tes swab di RS Ummi Bogor, Habib Rizieq Shihab
Foto : Dokumentasi Netralnews
Terdakwa kasus tes swab di RS Ummi Bogor, Habib Rizieq Shihab
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Terdakwa kasus tes swab di RS Ummi Bogor, Habib Rizieq Shihab (HRS), mengakui kalau dirinya belum pantas disebut sebagai  imam besar. Rizieq juga menyatakan bahwa ia tidak pernah mendeklarasikan diri sebagai imam besar.

Hal tersebut disampaikan Habib Rizieq saat membacakan tanggapan atas replik jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (17/6/2021).

Diketahui, jaksa dalam repliknya menyebut status imam besar yang melekat pada Habib Rizieq hanya sekadar isapan jempol.

"JPU yang terhormat, ketahuilah bahwa saya tidak pernah menyebut diri saya sebagai imam besar, apalagi mendeklarasikan diri sebagai imam besar," kata Habib Rizieq.

Alasan HRS mengaku belum pantas menyandang status imam besar karena sebagai manusia biasa dirinya menyadari masih banyak kekurangan dan kesalahan yang dibuat.

"Karena saya tahu dan menyadari betul betapa banyak kekurangan dan kesalahan yang saya miliki, sehingga saya pun berpendapat bahwa saya belum pantas disebut sebagai imam besar," ujarnya.

Lebih lanjut, Rizieq mengungkapkan kalau sebutan imam besar disematkan oleh umat Islam dari berbagai daerah di Indonesia. Ia menganggap hal tersebut sebagai tanda cinta para pendukungnya.Meski demikian, Rizieq menyadari kalau sebutan imam besar itu terlalu berlebihan.

"Sebutan imam besar untuk saya datang dari umat Islam yang lugu dan polos serta tulus di berbagai daerah di Indonesia," ucap eks pentolan Front Pembela Islam (FPI) itu.

"Saya pun berpendapat bahwa sebutan ini untuk saya agak berlebihan. Namun saya memahami bahwa ini adalah romzul mahabbah, yaitu tanda cinta dari mereka terhadap orang yang mereka cintai," jelas Habib Rizieq.

Sebelumnya, JPU dalam replik atau tanggapan atas pleidoi terdakwa, menyebut bahwa Rizieq kerap melempar tudingan terhadap jaksa dan sejumlah tokoh tanpa dasar yang jelas. Rizieq juga disebut sering mengumpat dengan kata-kata kasar dan tidak etis dalam pledoinya.

Jaksa menilai, tidak sepantasnya Rizieq melontarkan kata-kata tersebut di persidangan, apalagi selama ini Rizieq dianggap sebagai guru, tokoh dan berilmu, bahkan disebut sebagai imam besar.

"Tanpa filter, kalimat-kalimat seperti ini lah dilontarkan terdakwa dan tidak seharusnya diucapkan yang mengaku dirinya ber-akhlakul karimah, tetapi dengan mudahnya terdakwa menggunakan kata-kata kasar sebagaimana di atas," kata jaksa di PN Jaktim, Senin (14/6/2021).

"Padahal status terdakwa sebagai guru, yang dituakan, tokoh, dan berilmu ternyata yang didengung-dengungkan sebagaimana imam besar hanya isapan jempol belaka," jelas jaksa.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati