Netral English Netral Mandarin
17:19wib
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan dunia berada di jalur bencana lantaran pemanasan global yang terus berlangsung. Uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 11 calon hakim agung usulan Komisi Yudisial (KY) di Komisi III DPR akan digelar pada pekan depan.
Akun BEM UI Diretas, Mardani: Pertanda Suram Demokrasi di Negeri Ini

Rabu, 30-Juni-2021 15:06

Mardani Ali Sera
Foto : dpr.go
Mardani Ali Sera
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politikus PKS, Mardani Ali Sera menanggapi dugaan peretasan terhadap akun BEM UI sebagai bentuk anti demokrasi.

“Bismillah, terkait peretasan yg dialami rekan2 mahasiswa BEM UI, membungkam suara kritis masyarakat tidak bisa terus dibiarkan, amat tidak elegan. Perlakuan yg jg dialami rekan2 aktivis anti korupsi ketika itu, Cara-cara seperti ini jelas sikap yang anti terhadap demokrasi,” kata Mardani, Ranu 30 Juni 2021.

“Ini bentuk kejahatan serta tindak pidana yg diatur dlm UU. Perlindungan hrs diberikan tanpa memandang latar belakang/kelompok. Tanpa penindakan,bahaya jk trs dibiarkan krn bs meruntuhkan negara hukum&demokrasi. Jelas mengganggu krn publik terancam oleh anonimitas di dunia digital,” imbuhnya.

Mardani kemudian mengutip pasal 8 UU No 12/2012 ttg Pendidikan Tinggi sudah jelas enjamin kebebasan kampus menggelar mimbar akademik dan memiliki otonomi khusus. 

“Kita tidak ingin saluran menyampaikan aspirasi di kampus kembali dibungkam seperti era Orde Baru,” katanya.

“Pertanda suram demokrasi di negeri ini jika kesempatan untuk memperluas dialaketika terhadap kehidupan bernegara dipersempit,” imbuhnya. 

“Bagi yang mungkin belum paham, kampus seharusnya menjadi ruang paling aman bagi mahasiswa untuk menyalurkan gagasannya. Dan semoga penegak hukum berkomitmen untuk menyelesaikan laporan peretasan yang berkaitan dengan isu kebebasan berpendapat,” kata Mardani.

Untuk diketahui, akun media sosial pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia diretas setelah mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi). BEM memuat meme bergambar Jokowi yang dijuluki sebagai King of Lip Service, yang viral di media sosial.

Ketua BEM UI Leon Alvinda Putra lewat akun Twitter, @Leon_Alvinda mengumumkan peretasan itu. "Pada tanggal 27 dan 28 Juni 2021, telah terjadi peretasan akun media sosial kepada beberapa pengurus BEM UI 2021, di antaranya sebagai berikut pukul 00.56 akun WhatsApp Tiara Sahfina (Kepala Biro Hubungan Masyarakat BEM UI 2021) tidak dapat diakses," kata Leon dikutip Republika, Senin (28/6).

Dia menyebut, tertulis bahwa akun tersebut telah keluar dari telepon genggam Tiara. Hingga saat ini, menurut Leon, akun WhatsApp Tiara belum dapat diakses kembali. "Pukul 07.11 WIB akun WhatsApp Yogie (Wakil Ketua BEM UI) tidak bisa diakses dan muncul notifikasi akun tersebut sudah digunakan di HP lain. Pukul 07.20 WIB akun tersebut sudah bisa digunakan lagi," ujarnya.

Leon melanjutkan, terdapat usaha login dari pihak tidak dikenal kepada akun Telegram Koordinator Bidan Sosial Lingkungan BEM UI, Naifah Uzlah, pada pukul 02.15 WIB. Pada pukul 21.45 WIB, sambung dia, akun Instagram Syahrul Badri (Kepala Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI) mengalami restriction.

"Setelah mengunggah beberapa postingan di Insta-story menyangkut surat pemanggilan fungsionaris BEM UI oleh pihak UI. Akun masih ada, namun sampai saat ini pemilik akun belum bisa menggunakan akun tersebut seperti biasa," ucap Leon dinukil Republika.

Dia pun mengkritik pihak-pihak yang mencoba meretas akun media sosial milik pengurus BEM UI. Dengan ini kami mengecam keras segala bentuk serangan digital yang dilakukan kepada beberapa pengurus BEM UI 2021," kata mahasiswa Fakultas Ekonomi UI tersebut.

Dalam kritiknya di akun resmi BEM UI, salah satu meme yang menarik perhatian adalah ucapan legendaris Jokowi. BEM UI memuat foto Jokow dengan ketupan 'Yo nda tau kok tanya saya?. BEM UI pun meminta Jokowi berhenti terus membual.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Wahyu Praditya P