Netral English Netral Mandarin
08:40wib
BMKG menyatakan gempa yang terus berlangsung di wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga merupakan jenis gempa swarm dan perlu diwaspadai. Sejumlah calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, mengeluhkan soal aplikasi PeduliLindungi serta harga tes PCR yang dinilai mahal.
Akun Pawletariat Diduga Lecehkan Jokowi dan Suku Baduy, Muannas: Tangkap Saja!

Selasa, 17-Agustus-2021 08:00

Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid
Foto : Istimewa
Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid
24

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Akun Twitter @pawletariat mengomentari penampilan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengenakan pakaian adat suku Baduy di Sidang Tahunan MPR 2021.

"Azzzzzsksks Jokowi make baju adat Baduy cocok banget, tinggal bawa madu plus jongkok di perempatan," tulis @pawletariat, Senin (16/8/2021).

Cuitan tersebut mengundang reaksi keras dari netizen. Mereka mengecam hingga meminta aparat kepolisian untuk meringkus pemilik akun @pawletariat karena tweetnya dianggap menghina Presiden Jokowi dan merendahkan Suku Baduy.

Bahkan, sejumlah tokoh publik pun ikun bereaksi atas cuitan tersebut, salah satunya Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid.

Menurutnya, frasa 'tinggal bawa madu dan jongkok di perempatan' merupakan bentuk pelecehan sekaligus merendahkan.

Lanjut Muannas, cuitan akun @pawletariat itu masuk dalam kualifikasi kebencian SARA terhadap adat suku Baduy.

"Frase 'tinggal bawa madu & jongkok diperempatan' ini kalimat melecehkan sekaligus merendahkan, jelas bukan kritik tapi masuk kualifikasi kebencian SARA terhadap adat suku Baduy," tulis Muannas di akun Twitternya, Senin (16/8/2021).

Muannas menyebut, meski pelaku kabarnya berprofesi sebagai wartawan di salah satu media daring, namun cuitannya itu bukan produk jurnalistik.

Karenanya, politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu meminta polisi untuk menangkap pemilik akun @pawletariat. Pelaku, lanjutnya, bisa dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 UU ITE.

"Ini tanggapan pribadi bukan produk pers meski dia wartawan, tangkap saja dengan Ps.28 ayat 2 ITE. @DivHumas_Polri," kata @muannas_alaidid.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P