Netral English Netral Mandarin
03:53wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Akun Twitter Diretas, Rachland Demokrat Merasa Tak Jadi Bagian Dari Kemerdekaan RI ke-76

Senin, 09-Agustus-2021 22:00

Politisi Partai Demokrat (PD) Rachland Nashidik
Foto : Istimewa
Politisi Partai Demokrat (PD) Rachland Nashidik
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Partai Demokrat (PD) Rachland Nashidik menyebut akun Twitternya, @RachlanNashidik, diretas oleh pihak yang tak dikenal pada Minggu (8/8/2021) malam.

"Twitter saya dibajak. Saya tidak bisa lagi menggunakannya," kata Rachland dalam rekaman video yang dibagikan para politisi Partai Demokrat, Minggu (8/8/2021).

"Akun saya itu sekarang berganti nama dengan nama asing, nama orang lain, nama yang tidak saya kenal, mungkin sekali nama fiktif. Yang pasti saya tidak bisa lagi menggunakannya," sambungnya.

Rachland menduga pelaku yang meretas akun Twitternya adalah orang anti-demokrasi dan tidak suka dengan cuitannya selama ini yang mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terutama soal penanganan pandemi Covid-19.

"Saya tidak tahu siapa pihak yang bertanggung jawab terhadap perbuatan anti-demokrasi ini. Yang pasti kemungkinan besar dia tidak suka dengan isi twit-twit saya yang kerap melancarkan kritik terhadap pemerintah, terutama Presiden Jokowi, khususnya dalam penanganan Covid-19 yang memakan begitu banyak jiwa rakyat Indonesia," ujarnya.

Rachland lantas mengaitkan peretasan akun Twitternya yang dilakukan jelang perayaan Kemerdekaan RI ke-76. Ia merasa tidak menjadi bagian dari kemerdekaan itu lantaran kemerdekaannya dalam berpendapat dan berekspresi telah dirampas.

"Hari ini 8 Agustus, seminggu lagi sebelum Kemerdekaan Indonesia dirayakan, saya merasa tidak menjadi bagian dari kemerdekaan itu," ucap Rachland.

"Hak saya atas kemerdekaan berpendapat, kemerdekaan berekspresi malam ini telah dirampas oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan saya menggunakan hak politik saya untuk memberikan sumbangan, pikiran, gagasan dalam bentuk kritik, teguran terhadap pemerintah," pungkasnya. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P