Netral English Netral Mandarin
05:46 wib
Polisi akan mengumumkan hasil gelar perkara kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara yang dihadiri oleh selebriti Raffi Ahmad pada Kamis (21/1). Komisi III DPR menyetujui penunjukan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri, setelah mendengarkan pendapat fraksi-fraksi dalam rapat internal Komisi III DPR.
Pengamat Sebut, Reshuffle Upaya Jokowi Solidkan Dukungan Parpol

Kamis, 24-December-2020 15:20

Pengamat sebut Reshuffle upaya Jokowi Solidkan Dukungan Parpol.
Foto : Antara
Pengamat sebut Reshuffle upaya Jokowi Solidkan Dukungan Parpol.
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -Manajer Riset dan Program The Indonesian Institute (TII) Center for Public Policy Research Arfianto Purbolaksono menilai perombakan kabinet atau reshuffle yang dilakukan Presiden Joko Widodo merupakan langkah untuk mensolidkan dukungan partai politik koalisi pemerintahan.

"Hal itu terlihat dengan masuknya nama Sandiaga Uno ke dalam kabinet, menyusul mantan pasangannya di Pilpres 2019 yaitu Prabowo Subianto yang notabene rival Jokowi di Pilpres 2019," kata Arfianto atau Anto, Kamis, (24/12/2020).

Dia menilai solidnya dukungan partai memang menjadi poin penting bagi Jokowi untuk mengarungi pemerintahannya di periode keduanya. Menurut dia, dukungan di dalam pemerintahan dan parlemen diharapkan dapat menjaga stabilitas politik yang lebih baik.



Namun dia mengatakan, patut juga diingat oleh Presiden Jokowi, bahwa hal ini juga akan menjadi ujian bagi kepemimpinannya karena menarik kepentingan yang lebih besar akan membawa konsekuensi politik kedepannya.

"Karena semakin besar dukungan partai politik, hal ini juga akan membawa konsekuensi akan ada tarik menarik kepentingan yang lebih besar dari antar partai politik tersebut baik di dalam pemerintahan maupun di parlemen. Apalagi jika menghitung waktu menuju Pemilu 2024," ujarnya.

Anto mengatakan merujuk pada hasil riset TII yaitu orientasi partai politik di Indonesia cenderung pada orientasi "The Votes-Seeking Party" atau partai yang lebih mengutamakan perolehan suara demi memenangkan pemilu dan menguasai pemerintahan.

Dia menilai, dukungan partai akan beriringan dengan kepentingannya untuk menuju kontestasi Pemilu 2024 sehingga akan menjadi ujian bagi Presiden Jokowi di tengah lalu lalang kepentingan politik, untuk dapat dapat menahkodai pemerintahan di tengah kondisi pandemi.

"Apalagi mengingat Presiden Jokowi bukan seorang ketua umum atau dewan pembina dari sebuah partai politik, hal ini yang kemudian menjadi tantangan," katanya, dilansir Antara.

Anto mengajak masyarakat melihat apakah Presiden Jokowi dapat mengelola kepentingan politik di dalam pemerintahannya atau malah terjerat dengan sengkarut kepentingan politik di dalamnya.

 

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani