Netral English Netral Mandarin
00:17wib
Putri salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates yakni Jennifer Gates, sudah resmi menikah dengan pacarnya. Ia menikah dengan pria muslim dari Mesir bernama Nayel Nassar. Tim bulu tangkis putri China menjadi juara Piala Uber 2020 setelah mengalahkan Jepang pada final yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021) dini hari WIB.
Alasan Maudy Ayunda Sekolah Tinggi Hingga 4 Pengalaman Istimewa Selama Kuliah di Standford

Rabu, 14-Juli-2021 12:45

Maudy Ayunda baru saja lulus dari Universitas Standford.
Foto : Instagram
Maudy Ayunda baru saja lulus dari Universitas Standford.
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Baru-baru ini Artis Maudy Ayunda tengah merayakan kebahagiaan, merayakan kelulusan S2 nya dari Universitas Stanford. Dia mengaku selama menempuh pendidikan, ada banyak pertanyaan yang dia dengar soal alasan melanjutkan pendidikan. 

Beberapa pertanyaan yang dimaksud diantaranya, ‘ngapain sekolah S2?, ngapain sih perempuan sekolah tinggi-tinggi? hingga klaim, ujung-ujungnya di rumah saja’. 

“Aku sering mendengar itu dan aku menolak untuk mendengarnya,” tegas Maudy, dikutip dari Daily Vlognya, Rabu (14/7/2021). 

Sulung dari dua bersaudara ini menilai bahwa dia lah yang mengenal diri sendiri. Dia mengaku tahu, hidup seperti apa yang ingin dia jalani sehingga dia terus berjuang untuk keyakinan diri sendiri.

Menurutnya, ada banyak pendidikan yang harus dikerjakan dan dikembangkan untuk Indonesia. Maudy merasa pendidikan adalah sebuah arena dimana dia ingin membawa perubahan sehingga memilih untuk mendalami akademik. 

Maudy akui, dua tahun rasanya begitu cepat berlalu dan tidak terasa kini dia sudah lulus S2. Dia merasa masih belum rela meninggalkan Universitas Stanford yang memberikan pengalaman istimewa dan pelajaran hidup. 

Belajar Adaptasi dan Berubah

Selama kuliah di Universitas Standford, dia mengaku belajar beradaptasi dan berubah. Apalagi di situasi Pandemi Covid-19, dia belajar daring melalui Zoom dan kampusnya sunyi senyap. Pengalaman belajarnya pun berubah dan dia berusaha untuk menyesuaikan. 

Belajar Hargai Alam Bebas

Kedua, dia belajar untuk benar-benar menghargai alam bebas. Dia megaku belum pernah sebegitu nyamannya berada di bawah terik matahari. 

“Aku belajar hikinh dan membenamkan diri dalam dunia penuh aktivitas. Stanford juga hidupkan kecintaan lamaku pada berlari,” ujar Maudy. 

Maudy sebut, di kampusnya ada banyak spot outdoor sehingga bisa digunakan sebagai lokasi untuk olahraga, lari, jalan dan apapun yang bisa membuatnya aktif. Dia bahkan memiliki target 10 ribu langkah setiap hari selama berkuliah. 

Belajar Cari Inspirasi

Pejaran ketiga soal mencari inspirasi dari banyak orang. Dia megaku, teman sekelasnya ada sebanyak 400 orang. Mereka berasal dari berbagai lapisan masyarakat dan menawarkan perspektif dan cerita yang berbeda. 

“Kisah-kisah mereka memicu keinginanku untuk berbuat perubahan. Seperti quote Stanford, ubahlah kehidupan orang, ubahlah organisasi, dan ubahlah dunia,” ujar dia. 

Di sela itu, dia juga belajar bisnis dan belajar tentang hal sederhana seperti komunikasi. Hingga akhirnya dia nyaman untuk mengkritik dan menerima kritik, serta merasa kritik adalah suatu hal normal. 

“Orang yang tidak bisa terima kritik itu rugi berat. Itu kesempatan untuk tumbuh dan memperbaiki sebuah hubungan,” ujar wanita berambut panjang ini. 

Belajar Hidup

Terakhir, dia belajar bahwa hidup adalah lebih dari hal-hal besar, lebih dari sekedar pencapaian. Hidup merupakan tentang udara yang kita hirup, langkah yang kita ambil dan tawa yang bisa dibagi pada orang-orang terdekat. 

“Anehnya setelah dua tahun ini aku merasa jadi orang yang jauh lebih sederhana. Dua tahun lalu ingin mengubah dunia, tapi sekarang malah merubah diri sendiri secara personal. Aku sadar, aku hanya ingin bahagia dan membuat banyak orang tersenyum,” jelas dia.

 

 

 

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani