Netral English Netral Mandarin
22:46wib
Ahli patologi klinis Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Tonang Dwi Ardyanto menduga bahwa varian Omicron sudah masuk Indonesia. Sebanyak 10.000 buruh akan menggelar aksi unjuk rasa di tiga tempat, yakni Istana Kepresidenan, Mahkamah Konstitusi, dan Balai Kota DKI Jakarta, hari ini.
Aleg Demokrat: Piala Thomas Kado Peringatan Sumpah Pemuda dan Momen Kebangkitan Bulutangkis Indonesia

Senin, 18-Oktober-2021 21:20

Anggota DPR RI, Debby Kurniawan
Foto : Istimewa
Anggota DPR RI, Debby Kurniawan
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Anggota Komisi X DPR Debby Kurniawan mengapresiasi tim bulutangkis Indonesia yang berhasil merebut Piala Thomas 2020.

Debby mengatakan, prestasi tim bulutangkis putra Indonesia itu merupakan kado peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober mendatang, sekaligus  momentum kebangkitan bulu tangkis Indonesia.

Diketahui, Indonesia berhasil meraih Piala Thomas setelah mengalahkan China dengan skor 3-0 pada laga final yang digelar di Aarhus, Denmark pada Minggu (17/10/2021).

“Kita patut apresiasi perjuangan tim bulutangkis putra Indonesia, sampai berhasil meraih juara di event Piala Thomas 2020,” ujar Debby kepada wartawan di Jakarta, Senin (18/10/2021).

Di satu sisi, Debby juga menyayangkan bendera Merah Putih tidak berkibar dalam upacara penyerahan trofi Piala Thomas akibat sanksi oleh Badan Antidoping Dunia atau World Anti Doping Agency (WADA) kepada Indonesia.

“Ini (sanksi WADA) harus segera diselesaikan. Dan pemerintah harus memberikan perhatian, agar kita bisa menjadi tuan rumah kejuaraan olahraga tingkat regional dan internasional,” terangnya.

“Sanksi WADA ini akan mempengaruhi nama baik Indonesia dalam bidang olahraga,” imbuh politisi Partai Demokrat itu.

Lebih jauh, Debby mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki segudang prestasi di cabang olahraga bulutangkis. Ia menyebut, Piala Uber pernah di boyong ke Tanah Air tahun 1975, 1994 dan 1996. Sementara Piala Thomas sudah 14 kali berhasil diraih Indonesia.

“Raihan prestasi (Piala Thomas Cup 2020) kali ini telah mengobati dahaga kita selama 19 tahun. Kita berhasil memboyong trofi ini terakhir 2002 lalu,” jelasnya.

Dengan segudang prestasi itu, Debby meminta agar pemerintah lebih serius memperhatikan cabang olahraga bulutangkis, seperti memperbaiki sarana pelatihan dan pembinaan bagi para atlet.

Selain itu, lanjut Debby, dibutuhkan pula anggaran yang cukup untuk melakukan pengembangan pencarian bibit-bibit atlet hingga ke daerah.

“Kita memiliki potensi prestasi di cabor bulu tangkis. Jadi pemerintah jangan menutup mata untuk terus memberikan perluasan pencarian bibit-bibit atlet sampai ke daerah,” pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P

Berita Terkait

Berita Rekomendasi