Netral English Netral Mandarin
16:51wib
Sebanyak 11 siswa MTs Harapan Baru Cijantung, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meninggal saat kegiatan pramuka susur sungai di Sungai Cileueur. Presiden Joko Widodo alias Jokowi meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan moratorium penerbitan izin usaha baru untuk pinjaman online.
Anggota Fraksi PKS Kutuk Insiden Penembakan Ustaz di Tangerang

Senin, 20-September-2021 13:00

Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PKS, Bukhori Yusuf
Foto : Istimewa
Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PKS, Bukhori Yusuf
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PKS, Bukhori Yusuf mengecam insiden penembakan yang menewaskan seorang ustaz di Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang Kota Tangerang.

Bukhori mendukung langkah cepat polisi untuk segera menyelesaikan kasus tersebut dan menjerat pelaku dengan hukuman yang berat.

“Serangan ini patut dikutuk. Polisi harus mengusut tuntas kasus ini dengan segera menangkap pelaku yang masih buron serta memberikan hukuman yang berat," Kata Bukhori dalam keterangannya, Senin (20/9/2021).

"Sementara, jika terbukti serangan ini merupakan bagian dari kejahatan sistemik, upaya pengusutan tidak boleh berhenti hanya pada aktor lapangan, mereka juga harus membongkar dan menangkap aktor intelektualnya,” sambungnya.

Anggota Komisi Agama DPR ini membeberkan telah terjadi sebanyak 14 kasus kekerasan yang menyasar tokoh agama maupun simbol agama sejak tahun 2018. Menurut catatannya, serangan tersebut mayoritas menyasar tokoh dan simbol agama dari unsur umat Islam.

“Sejak 2018 berbagai bentuk kekerasan seperti penganiayaan berat, penusukan, hingga pembunuhan telah terjadi. Korbannya antara lain almarhum Kiai Umar Basri, pengasuh ponpes Al Hidayah Bandung yang dianiaya oleh ODGJ," ujar Bukhori.

"Kemudian almarhum Syaikh Ali Jaber yang ditusuk saat menyampaikan tausiyah di Lampung. Dan belum lama ini, Ketua MUI Labuhanbatu Utara juga ditemukan tewas lantaran dibunuh tetangganya sendiri karena sakit hati dinasihati,” paparnya.

Bukhori mengatakan, kejahatan terhadap tokoh agama, tidak bisa dinilai sebagai serangan terhadap individu semata, melainkan serangan terhadap masyarakat dan nilai (value) penghormatan, penghargaan, gotong royong, dan kerukunan antar umat beragama.

Ia menambahkan, kekerasan berulang yang menimpa tokoh agama selama tiga tahun belakangan mengindikasikan bahwa kelompok sosial ini merupakan kelompok yang rentan.

“Tokoh agama mengemban tugas yang mulia sekaligus berisiko di tengah masyarakat. Keberadaan mereka menjadi vital dalam membantu negara melaksanakan tanggung jawabnya untuk membentuk warga negara yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia,” tuturnya.

Tak hanya itu, Bukhori juga mencontohkan fungsi dan peran positif tokoh agama, salah satunya yakni membantu pemerintah dengan mendorong kesadaran warga akan pentingnya vaksinasi.

"Terbukti, Indonesia kini menempati urutan ke-6 dunia sebagai negara dengan jumlah penduduk yang sudah divaksin sehingga berdampak pada kondisi pagebluk yang berangsur membaik,” jelas Bukhori.

Walau demikian, lanjut Bukhori, kedudukan tokoh agama di masyarakat turut mengundang risiko lantaran mengemban tugas yang sensitif di tengah masyarakat Indonesia yang heterogen.

Tokoh agama, sebutnya, rawan dipersekusi, dikriminalisasi, hingga dibunuh dalam menjalankan peran sosial keagamaannya.

Karenanya, Bukhori menilai bahwa diperlukan perangkat hukum Lex Specialis untuk memberikan perlindungan yang komprehensif dan sistematis bagi tokoh agama, khususnya selama menjalankan tugasnya.

“Apakah kita tidak resah dengan kekerasan yang terus berulang? Teror ini harus dihentikan. Insiden belakangan ini semestinya membuat kita mulai berpikir pada usaha pencegahan yang bersifat sistematis dan komprehensif," terangnya.

"Karena itu, saya mendorong agar pembahasan RUU Pelindungan Tokoh Agama dan Simbol Agama bisa segera dilakukan di parlemen.” pungkas Bukhori.

Seperti diberitakan, ustaz berinisal A menjadi korban penembakan oleh orang tidak dikenal (OTK) di kediamannya, Jalan Gempol, Kelurahan Cipete, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Sabtu (18/9/2021) sekitar pukul 18.30 WIB.

Korban sempat dilarikan ke RS Mulya Pinang, Kota Tangerang, namun nyawanya tidak tertolong. A dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 19.17 WIB.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, peristiwa penembakan itu terjadi setelah A menjalankan salat Magrib berjemaah di masjid di sekitar kediamannya.

"Kejadiannya itu setelah pulang dari masjid, pas di depan pintu terus ada yang nembak satu kali," ujar Yusri Yunus kepada wartawan, Minggu (19/9/2021).

Yusri mengatakan pelaku diduga berjumlah dua orang. Keduanya diketahui menggunakan jaket ojek online (ojol)."Pelaku diduga dua orang, sekarang masih penyelidikan," terangnya.

Berdasarkan pemeriksaan pihak kepolisian di tempat kejadian perkara, diamankan barang bukti berupa satu butir proyektil berwarna putih. Pihak kepolisian juga mengajukan visum et repertum ke RSU Tangerang.

Kasus tersebut saat ini sedang dalam penyelidikan Polres Metro Tangerang dan dibantu Polda Metro Jaya. "Ini sementara diselidiki Polres Metro Tangerang,di-back up Polda Metro Jaya," kata Yusri. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli