Netral English Netral Mandarin
16:31wib
Sebanyak 11 siswa MTs Harapan Baru Cijantung, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meninggal saat kegiatan pramuka susur sungai di Sungai Cileueur. Presiden Joko Widodo alias Jokowi meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan moratorium penerbitan izin usaha baru untuk pinjaman online.
Alex Noerdin Jadi Tersangka Korupsi, Golkar Akan Berikan Bantuan Hukum

Kamis, 16-September-2021 23:10

Anggota DPR Fraksi Golkar, Alex Noerdin
Foto : Istimewa
Anggota DPR Fraksi Golkar, Alex Noerdin
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - DPP Partai Golkar akan memberikan bantuan hukum kepada Anggota DPR Fraksi Golkar, Alex Noerdin, yang jadi tersangka kasus korupsi pembelian gas bumi oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

"Partai Golkar sangat prihatin atas musibah yang menimpa kolega kami, karena hal ini sangat mendadak sekali,"kata Ketua DPP Partai Golkar Bidang Hukum dan HAM Adies Kadir dalam keterangannya, Kamis (16/9/2021).

"Tentunya Partai Golkar akan memberikan  bantuan hukum melalui Bakumham (Badan Advokasi Hukum dan HAM) Partai Golkar, apabila ada kadernya yang membutuhkan bantuan hukum terkait kasus apapun," ujarnya.

Adies mengatakan, Golkar berpedoman pada asas praduga tak bersalah dan menunggu hingga kasus yang menjerat Alex memiliki keputusan yang berkekuatan hukum tetap.

"Kami akan mencermati dan mempelajari kasus apa yang menimpa yang bersangkutan, baru akan mengambil langkah-langkah partai selanjutnya," ujar Wakil Ketua Komisi III DPR itu.

Seperti diberitakan, penyidik Kejagung pada Kamis (16/9/2021), menetapkan Anggota DPR yang juga mantan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Alex Noerdin (AN), sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pembelian gas bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumsel periode 2010-2019.

Selain Alex Noerdin, penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung juga menetapkan satu tersangka lainnya yakni Muddai Madang, selaku Direktur PT Dika Karya Lintas Nusa (DKLN) merangkap Direktur Utama PDPDE Sumsel.

"Tersangka AN ini menyetujui kerja sama antara PDPDE Sumsel dengan PT Dika Karya Lintas Nusa (DKLN) membentuk PDPDE Gas dengan maksud menggunakan PDPDE-nya untuk mendapatkan gas alokasi bagian negara," kata Kepala Bagian Penerangan Hukum Kejagung RI Leonard Eben Ezer Simanjuntak, di Gedung Bundar Kejaksaan Agung RI, Jakarta.

Sedangkan tersangka Muddai Madang ditersangkakan atas perannya menerima pembayaran yang tidak sah berupa "fee" pemasaran dari PT PDPDE Gas.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, penyidik melakukan penahanan terhadap keduanya selama 20 hari.

"Oleh karena itu dalam rangka mempercepat penyidikan kedua tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari mulai tanggal 16 September sampai 5 Oktober 2021. Untuk tersangka AN dilakukan penahanan di Rutan Kelas I Cipinang Cabang Rutan KPK. Untuk tersangka MM dilakukan penahanan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung RI," katanya pula.

Alex Noerdin dan Muddai Madang dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (PTPK) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 3 dan Pasal 18 UU PTPK jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli