Netral English Netral Mandarin
10:24wib
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengaku siap maju menjadi calon presiden (capres) di Pilpres 2024. Presiden Joko Widodo ingin agar pelaksanaan penyuntikan booster vaksin Covid-19 dilakukan mulai awal 2022.
Ali Kalora Tewas, Pakar: Tumpas DPO Teroris MIT yang Tersisa

Rabu, 22-September-2021 16:02

Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad
Foto : Istimewa
Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad mengapresiasi tindakan Satuan Tugas (Satgas) Madago Raya yang berhasil menembak dua anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, dimana salah satu yang ditembak mati adalah pimpinan kelompok teroris itu, yakni Ali Kalora alias Ali Ahmad.

"Langkah tersebut sudah tegas, tepat dan terukur mengingat Ali Kalora bersama kawannya bersenjata sehingga berpotensi melukai petugas. Mengingat track record Ali Kalora berkali-kali menyerang petugas, bahkan warga sipil," kata Suparji dalam keterangan pers, Rabu (22/9/2021).

Ia juga mengatakan bahwa idealnya, seorang yang melalukan tindak pidana dibawa ke meja hijau untuk diadili. Akan tetapi, bila yang bersangkutan bersenjata dan mengancam keselamatan petugas maka sah bila petugas melakukan tindakan tegas dan terukur.

"Kita tentu mengharapkan DPO MIT yang tersisa bisa ditangkap hidup-hidup kemudian dibawa ke persidangan. Namun bila mereka menyerang petugas menggunakan senjata api atau rakitan, memang sebaiknya dilakukan tindakan tegas dan terukur," ujarnya.

"Kecuali bila 4 orang yang tersisa ini turun gunung dan menyerah kepada petugas. Maka sangat dimungkinan dibawa ke ranah peradilan," sambung akademisi Universitas Al-Azhar Indonesia ini.

Selain itu, karena hanya tersisa 4 orang, Suparji berharap problem MIT bisa diselesaikan dengan cepat. Mengingat upaya penumpasan ini sudah berlangsung cukup lama dengan berbagai nama operasi dan memakan biaya.

"Operasi penumpasan MIT sebaiknya tak  berlarut-larut. Nantinya, jika persoalan di Poso sudah selesai, TNI-Polri bisa fokus mengatasi masalah teroris di Papua," pungkas Suparji.

Sebelumnya diberitakan, kontak tembak antara Satuan tugas Madago Raya dan kelompok DPO teroris MIT Poso kembali terjadi pada Sabtu (18/9/2021) sekitar pukul 17.20 Wita di Pegunungan Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Dalam peristiwa tersebut, Satgas Madago Raya berhasil menembak mati pimpinan MIT Poso, Ali Ahmad alias Ali Kalora dan satu orang anggotanya yakni Jaka Ramadhan.

”Dari dua daftar DPO yang ditemukan tewas dalam kontak tembak di Parigi Moutong tersebut salah satunya adalah Ali Kalora, pimpinan DPO teroris yang selama ini dicari,” kata Kapolda Sulawasi Tengah, Irjen Pol Rudy Sufaryadi dalam konferensi pers, Minggu (19/9/2021). 

Pertengahan Juli lalu, Satgas Madago Raya yang terdiri atas personel TNI dan Polri, juga telah melakukan penindakan terhadap tiga orang DPO MIT Poso, Sulawesi Tengah yang tewas tertembak dalam baku tembak pada Minggu (11/7/2021) dan Sabtu (17/7/2021).

Dengan tewasnya dua lagi DPO MIT Poso, Satgas Madago Raya tinggal memburu empat orang lagi anggota kelompok lainnya, yakni Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Mukhlas, Rukli, dan Suhardin alias Hasan Pranata.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli