Netral English Netral Mandarin
10:01wib
Sebanyak 75,6 persen warga menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo secara umum dalam survei yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto minta lakukan peningkatan kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19 di rumah sakit sebesar 30-40 persen.
Aljazair Larangan Cadar di Tempat Kerja, Nyai: Kadrun Klojotan

Senin, 26-April-2021 20:20

Politisi PDI-P, Dewi Tanjung
Foto : Istimewa
Politisi PDI-P, Dewi Tanjung
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi PDIP, Dewi Tanjung menanggapi larangan penggunaan cadar di tempat kerja oleh Pemerintah Aljazair.

Menurutnya dengan larangan itu tak sedikit Kadrun (diasumsikan kadal gurun) klojotan. Dirinya pun menyatakan telah meminta pemerintah Indonesia melarang penggunaan cadar.

Wanita yang akrab disapa Nyai ini mengaku, dirinya sebagai muslim pun parno melihat wanita bercadar di pusat perbelanjaan.

"BACA neeh banyak Negara yg Melarang Pemakaian Cadar saat bekerja & di Tempat Umum, Kadrun2 Kelejotan saat Nyai minta Pemerintah melarang pake Cadar Di Indonesia," kata Dewi dalam akun Twitternya.

"Teroris perempuan pake Cadar bukan pake Bikini. Makanya saya Sbg Muslim sendiri Parno meliat orang bercadar di Mall," tulisnya lagi.

Diketahui, Otoritas Aljazair pada Kamis, 18 Oktober 2018, memberlakukan larangan perempuan memakai cadar di tempat kerja. Alasan larangan ini agar mereka mudah dikenali.

Masyarakat Al-Jazair menilai cadar adalah sebuah budaya yang berasal negara-negara Arab, seperti Arab Saudi. Kendati begitu, keputusan larangan penggunaan cadar oleh otoritas Al-Jazair ini di kritik oleh komunitas salafi di Aljazair.

Keputusan otoritas Aljazair atas ini, menambah panjang daftar negara yang memutuskan pelarangan penggunaan cadar.

Sebelumnya pada Agustus 2017, Pauline Hanson, politisi asal Australia membuat geger karena mengenakkan burka ke parlemen. Tindakan Hanson itu sebagai bentuk dorongan agar Australia melarang penggunaan cadar atau burka.

Reporter :
Editor : Wahyu Praditya P