Netral English Netral Mandarin
21:04 wib
Polisi akan mengumumkan hasil gelar perkara kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara yang dihadiri oleh selebriti Raffi Ahmad pada Kamis (21/1). Komisi III DPR menyetujui penunjukan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri, setelah mendengarkan pendapat fraksi-fraksi dalam rapat internal Komisi III DPR.
Alumni FPI Bergabung ke JAD dan MIT, DS: Tempat Pembiakan Teroris

Minggu, 13-December-2020 22:40

Pegiat Media Sosial Denny Siregar.
Foto : Wow
Pegiat Media Sosial Denny Siregar.
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Denny Siregar menyebut organisasi Front Pembela Islam sebagai tempat pembiakan teroris. Itu menyusul adanya laporan dari Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto yang mengatakan puluhan alumni dari FPI bergabung ke Jemaah Ansharut Daulah (JAD) dan Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

"Tempat pembiakan teroris.." tulis Denny di akun Twitternya Minggu (13/12/2020).

Sebelumnya diberitakan bahwa ada 37 eks anggota Front Pembela Islam (FPI) yang bergabung ke Jemaah Ansharut Daulah (JAD) dan Mujahidin Indonesia Timur (MIT).



JAD dan MIT telah dinyatakan sebagai organisasi terlarang karena keterlibatan mereka dalam sejumlah aksi terorisme di Tanah Air.

“Saya buka datanya, ada 37 anggota FPI, atau dulunya anggota FPI, yang bergabung dengan JAD atau MIT, dan sebagainya, yang terlibat aksi teror. Ada yang akses bersenjata ke Filipina Selatan, Aceh, ada yang melakukan pengeboman Polresta Cirebon,” ujar Benny dalam diskusi virtual di kanal YouTube Medcom.id, Minggu (13/12/2020).

“Ada yang menyembunyikan Nurdin M Top. Ada yang merakit bom dan sebagainya. Data-data ini memang belum dipublikasikan ke media massa. Ini sudah melalui proses hukum. Sudah divonis lewat pengadilan sehingga ini sahih datanya,” kata Benny.

Benny menambahkan, dari data-data tersebut, ia menyimpulkan ada sebagian anggota FPI yang memang pernah menjalani pelatihan paramiliter dan memiliki senjata.

Karena itu Benny mengatakan, data tersebut harus menjadi masukan bagi Polri dalam menangani kasus yang melibatkan anggota FPI.

“Ketika melihat data seperti ini maka ketika menghadapi mereka harus mempertimbangkan kemampuan itu. Bahkan ada yang masih aktif jadi anggota FPI (pernah) nyembunyikan Nurdin M Top di Pekalongan dan sebagainya," ujar Benny.

"Inilah fakta yang kemudian kita harus ekstra hati-hati menghadapi kelompok ini. Kalau kita meruntut vonis pengadilannya itu ada. Jadi bukan rekayasa dan pembentukan opini,” lanjut dia.

Saat ini Bareskrim Polri tengah menangani kasus penembakan enam anggota FPI yang di jalan Tol Jakarta-Cikampek pada 7 Desember. Sebelumnya kasus tersebut ditangani Polda Metro Jaya.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sulha Handayani