Netral English Netral Mandarin
04:30wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Alzheimer Sebahaya apakah? Ini Jawaban Pakar

Sabtu, 25-September-2021 18:20

Kenali ciri-ciri alzheimer
Foto : alodokter
Kenali ciri-ciri alzheimer
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Penyakit Alzheimer sering dikaitkan dengan demensia atau pikun, padahal kondisi dari dua masalah ini tidaklah sama. Untuk itu sangat penting untuk mengenal Alzheimer dan deteksi dini.

Mengutip Healthline pada Selasa, penyakit Alzheimer adalah bentuk progresif dari demensia. Demensia adalah istilah yang lebih luas untuk kondisi yang disebabkan oleh cedera otak atau penyakit yang berdampak negatif pada memori, pemikiran, dan perilaku. Perubahan ini mengganggu kehidupan sehari-hari.

Menurut Asosiasi Alzheimer, penyakit Alzheimer menyumbang 60 hingga 80 persen kasus demensia. Kebanyakan orang dengan penyakit ini mendapatkan diagnosis setelah usia 65 tahun. Jika didiagnosis sebelum itu, umumnya disebut sebagai penyakit Alzheimer onset dini.

Tidak ada obat untuk Alzheimer, tetapi ada perawatan yang dapat memperlambat perkembangan penyakit. Dilansir dari berbagai sumber dan laman alodokter, berikut fakta mengenai Alzheimer.

Fakta Alzheimer

Meskipun banyak orang telah mendengar tentang penyakit Alzheimer, hanya beberapa saja yang mengerti tentang kondisi ini.

Penyakit Alzheimer adalah kondisi kronis yang berkelanjutan. Gejalanya muncul secara bertahap dan efeknya pada otak bersifat degeneratif, artinya menyebabkan penurunan yang lambat.

Tidak ada obat untuk Alzheimer tetapi pengobatan dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit dan dapat meningkatkan kualitas hidup. Siapa pun bisa terkena penyakit Alzheimer tetapi orang-orang tertentu berisiko lebih tinggi, termasuk orang yang berusia di atas 65 tahun dan mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi tersebut.

Alzheimer dan demensia bukanlah hal yang sama. Penyakit Alzheimer adalah salah satu jenis dari demensia. Tidak ada satu pun hasil yang diharapkan untuk orang dengan Alzheimer.

Beberapa orang hidup lama dengan kerusakan kognitif ringan, sementara yang lain mengalami gejala yang lebih cepat dan perkembangan penyakit yang lebih cepat. Perjalanan setiap orang dengan penyakit Alzheimer berbeda.

 

Demensia vs Alzheimer

Istilah "demensia" dan "Alzheimer" kadang-kadang digunakan secara bergantian. Namun, kedua kondisi ini tidak sama. Alzheimer adalah salah satu jenis dari demensia.

Demensia adalah istilah yang lebih luas untuk kondisi dengan gejala yang berkaitan dengan kehilangan memori seperti pelupa dan kebingungan. Demensia mencakup kondisi yang lebih spesifik, seperti penyakit Alzheimer, penyakit Parkinson, cedera otak traumatis, dan lainnya, yang dapat menyebabkan gejala ini. Penyebab, gejala, dan pengobatan untuk penyakit ini bisa berbeda.

Penyebab dan faktor risiko Alzheimer

Para ahli belum menentukan penyebab tunggal penyakit Alzheimer tetapi mereka telah mengidentifikasi beberapa faktor risiko tertentu, seperti usia yang kebanyakan di atas 65 tahun, riwayat keluarga atau ada anggota keluarga dekat yang mengalaminya, serta genetik.

Akan tetapi, jika Anda memiliki satu atau lebih dari faktor risiko di atas, tidak berarti akan memiliki penyakit Alzheimer di kemudian hari. Ini hanya sebuah risiko saja.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang risiko pribadi terkait mengembangkan kondisi tersebut, bicarakanlah dengan dokter. Pelajari tentang plak amiloid, kusut neurofibrillary, dan faktor lain yang dapat menyebabkan penyakit Alzheimer.

Alzheimer dan genetika

Meskipun tidak ada penyebab Alzheimer yang dapat diidentifikasi, genetika mungkin memainkan peran kunci. Satu gen khususnya menarik bagi para peneliti adalah Apolipoprotein E (APOE). Ini adalah gen yang dikaitkan dengan timbulnya gejala Alzheimer pada orang dewasa yang lebih tua.

Tes darah dapat menentukan apakah Anda memiliki gen ini, yang meningkatkan risiko terkena Alzheimer. Ingatlah bahwa meskipun seseorang memiliki gen ini, mereka mungkin tidak terkena Alzheimer.

Begitu juga sebaliknya, seseorang mungkin terkena Alzheimer walaupun mereka tidak memiliki gen tersebut. Tidak ada cara untuk mengetahui dengan pasti apakah seseorang akan mengembangkan Alzheimer.

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Sesmawati