Netral English Netral Mandarin
02:00wib
Aparat dari satuan TNI dan Polri akan menjadi koordinator dalam pelaksanaan tracing (pelacakan) Covid-19 dalam Pemberlakuan Pembatasan Sosial Masyarakat (PPKM) yang kembali diperpanjang. Presiden Joko Widodo memberi kelonggaran selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 diperpanjang mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.
Amien Khawatir Jokowi Lengser di Tengah Jalan, Ngabalin: Saya Khawatir Pak Tua Wafat Sebelum Pemilu

Sabtu, 22-Mei-2021 10:52

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin
Foto : Istimewa
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin merespons pernyataan Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais yang mewanti-wanti Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal potensi lengsernya orang nomor satu di Indonesia itu secara kurang elegan.

Melalui akun Twitternya, Ngabalin mengunggah tangkapan layar  pemberitaan salah satu media soal pernyataan Amien dengan judul berita 'Amien Rais Khawatir Presiden Jokowi Lengser di Tengah Jalan'.

Dalam cuitannya, Ngabalin mengatakan dirinya khawatir kalau Amien Rais wafat sebelum Pemilu 2024.

"Saya khawatir pa'tua ini wafat sebelum PEMILU 2024," tulis @AliNgabalinNew, Jumat (21/5/2021).

Sebelumnya, Amien Rais mengingatkan soal potensi berakhirnya kepemimpinan Presiden Jokowi secara kurang elegan. Hal itu disampaikan Amien dalam acara bertajuk 'Merawat Reformasi' yang digelar virtual di akun YouTube Amien Rais Official pada Kamis (20/5/2021) malam.

Awalnya, Amien Rais berbicara soal peristiwa lahirnya reformasi di Indonesia sekaligus menandai lengsernya rezim Presiden kedua Soeharto akibat pergerakan pemuda/mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat pada Mei 1998.

Dalam kilas baliknya mengenai awal mula reformasi di Indonesia, mantan Ketua MPR itu menyinggung semboyan gerakan mahasiswa untuk menggulingkan rezim Orde Baru yang dipimpin Soeharto, yakni memberantas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Amien kemudian membandingkan KKN yang terjadi di era Orde Baru dengan pemerintahan Jokowi. Menurutnya, KKN di masa sekarang lebih gawat dibanding era Orde Baru.

"Yang menarik adalah bahwa dulu semboyan ade-ade mahasiswa itu adalah berantas KKN, korupsi, kolusi, nepotisme. Yang sekarang ini menurut saya itu lebih gawat lagi. Korupsinya juga masih luar biasa, malah KPK dipreteli kemampuannya," kata Amien Rais.

"Kemudian kolusinya juga penguasa- penguasa itu sudah menjadi sangat kuat, bahkan sekarang pengusahanya itu mendikte penguasa. Bisnis mendikte politik. Nepotismenya juga kuat nggak ketulungan. Anak Pak Jokowi jadi wali kota, tanpa ada resistensi, kemudian yang menantunya juga, luar biasa," sambungnya.

Selain KKN, pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyebut bahwa hal yang lebih parah saat ini adalah soal kedaulatan politik dan ekonomi.

"Tapi yang lebih parah lagi sekarang ini adalah selain KKN itu adalah bahwa kedaulatan politik dan ekonomi kita itu sesungguhnya tinggal di atas kertas," ujarnya.

Lebih lanjut, Amien Rais berpendapat kalau saat ini ada semacam fenomena di mana kekuasaan politik dikendalikan oligarki ekonomi. Ia pun mengaku khawatir dengan kondisi sekarang yang disebut lebih gawat dibandingkan 23 tahun lalu saat era Orde Baru.

"Jadi belum pernah ada menurut saya Indonesia ini menurut saya segawat seperti sekarang ini, karena apa? karena antara kekuasaan ekonomi dan politik itu sudah blended, integrated, di mana, jangan lupa oligarki ekonomi itu mendikte kekuatan politik," ungkap Amien.

Setelah memaparkan kekhawatirannya terhadap kondisi bangsa saat ini, Amien Rais lantas memberi pesan peringatan kepada Jokowi.

"Jadi ini pesan saya kepada Pak Jokowi, mohon masih 3 tahun lagi, panjenengan, dipikir lebih dalam lagi gitu, karena kita melihat Pak Harto 32 tahun, akhirnya juga kemudian lengser, kemudian kan kita sebagai manusia kasihan. Bung Karno apalagi, pemimpin besar revolusi 9 tahun berkuasa kemudian juga kita tahu akhirnya seperti itu. Kemudian jangan sampai kemudian Pak Jokowi berakhir kurang elegan lah," pungkas Amien. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli