Netral English Netral Mandarin
03:51wib
Relawan Sahabat Ganjar kembali melakukan deklarasi mendukung Ganjar Pranowo untuk maju sebagai calon presiden 2024. Penembakan seorang ustad bernama Armand alias Alex di depan rumahnya Jalan Nean Saba, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Tangerang hingga kini masih menjadi misteri.
Amien Rais vs Kubu HRS, Eko: Biarkan Mereka Gelut, Jangan Ada yang Pisahin

Minggu, 25-Juli-2021 20:30

Pegiat Medsos
Foto : Istimewa
Pegiat Medsos
44

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Hubungan Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais dengan kubu eks Imam Besar Front Pembela Islam (HRS) Habib Rizieq Shihab (HRS) tengah memanas. Hal itu bermula dari pernyataan Amien Rais soal insiden tewasnya 6 Laskar FPI di Tol Jakarta- Cikampek KM 50 pada awal Desember 2020 lalu.

Amien yang juga inisiator Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) 6 Laskar FPI, menilai bahwa lembaga TNI-Polri tidak terlibat dalam dalam kasus yang kerap disebut peristiwa 'Km 50' itu. 

Hal tersebut dilontarkan Amien Rais saat peluncuran 'Buku Putih' TP3 'Pelanggaran HAM Berat Pembunuhan Enam Pengawal HRS' pada Rabu (7/7/2021) secara virtual.

"Setelah membaca dengan baik, secara kelembagaan, ini penting, Polri dan TNI sama sekali tak terlibat dalam skenario dalam implementasi pelanggaran HAM berat itu," kata Amien.

Pernyataan salah satu pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) itu membuat kubu HRS bereaksi keras, salah satunya eks tokoh FPI, Novel Bamukmin.

Novel mendesak Amien Rais untuk segera mengklarifikasi pernyataannya. Jika tidak, maka sebaiknya TP3 dibubarkan.

“Amien Rais segera berikan klarifikasi kembali untuk meluruskan kejadian yang sebenarnya atau TP3 dibubarkan saja,” tegas Novel, Sabtu (24/7/2021).

Novel menduga mantan Ketua MPR itu mendukung tindakan berbau komunisme yang telah mengorbankan nyawa 6 Laskar FPI demi kepentingan politik semata. 

“Hanya komunis yang merelakan nyawa dan tidak ada harganya demi kepentingan politik,” tegas Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 itu.

Pernyataan Novel Bamukmin tentang Amien Rais itu, dikomentari oleh pegiat media sosial Eko Kuntadhi. Ia meminta agar perseteruan tersebut jangan dilerai.

"Jangan ada yang pisahin. Kita nonton aja dari jauh," tulis Eko di akun Twitter-nya, Minggu (25/7/2021).

"Biarkan mereka gelut. Saling mengkomuniskan. Saling mengkafirkan. Saling menerakakan. Itu memang kepiawaian mereka sejak dulu," cuit @eko_kuntadhi.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P